**Borneonews - Jakarta**, Direktur Riset dan Komunikasi dari lembaga survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, mengemukakan pandangannya tentang pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan dilantik pada bulan Oktober mendatang. Menurutnya, pemerintahan ini layak untuk memiliki kabinet yang besar atau *gemuk*.
Namun, Ia menekankan bahwa kabinet yang besar itu harus diisi oleh individu-individu yang memiliki kemampuan serta latar belakang pengalaman yang relevan dengan kementerian yang akan mereka pimpin. Ibnu berpendapat, Prabowo harus memastikan untuk menempatkan orang-orang terbaik dan profesional yang sesuai dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing kementerian.
Wacana yang beredar menyebutkan bahwa jumlah kementerian yang akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran akan mencapai 44 kementerian, yang meningkat signifikan dari jumlah sebelumnya yang hanya 34 kementerian. Ibnu berargumen bahwa ke-44 posisi menteri tersebut harus diisi oleh orang-orang yang profesional. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan kinerja yang nyata dalam upaya membangun kementerian terkait.
Selain kalangan profesional, Ia juga menyatakan bahwa tokoh-tokoh yang berasal dari partai politik patut dipertimbangkan sebagai menteri. Namun, syarat utamanya adalah mereka harus memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan dengan bidang yang akan mereka pimpin. Meskipun mereka berasal dari partai politik, sebaiknya partai-partai mengirimkan individu-individu yang memiliki kemampuan sesuai dengan tanggung jawab kementerian dan lembaga, ujar Ibnu.
Lebih lanjut, Ibnu mengingatkan bahwa ini merupakan momentum bagi seluruh partai politik untuk ikut berperan dalam merekomendasikan kader-kader terbaik mereka menjadi menteri. Dengan langkah ini, masyarakat dapat menilai sejauh mana keberhasilan partai dalam melakukan kaderisasi dan mencetak tokoh berkualitas.
Prabowo-Gibran juga disarankan untuk mempertimbangkan penempatan menteri-menteri muda dalam kabinet. Hal ini dianggap penting agar kabinet tetap memiliki ide-ide kreatif serta terobosan baru yang dapat menggerakkan inovasi. Lebih dari itu, menteri-menteri berusia muda juga dapat bertindak sebagai perwakilan suara generasi muda dalam upaya berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Ibnu menegaskan, Menteri usia muda sangat penting untuk membimbing generasi muda kita, khususnya mereka yang berusia di bawah 30 tahun, dalam menghadapi tantangan saat ini. Satu-satunya cara untuk memanfaatkan bonus demografi yang tengah kita hadapi adalah dengan memberdayakan kaum muda yang semakin banyak jumlahnya di negara kita.
ANTARA
Prabowo Gibran Didorong Bentuk Kabinet Gemuk Berbasis Profesional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







