BATAM –
**Borneonews - Batam**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lingga masih menunggu tanggapan masyarakat mengenai pencalonan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Proses ini dijadwalkan berakhir pada Rabu, 18 September. Ketua KPU Lingga, Ardhi Auliya, mengungkapkan bahwa hingga pagi ini, belum ada respons yang diterima dari masyarakat terkait pencalonan tersebut. "Hingga hari ini, Rabu, kami belum mendapatkan tanggapan dari masyarakat masuk di KPU Lingga. Namun, kami tetap membuka layanan hingga akhir hari ini di jam kerja," tuturnya saat dihubungi di Batam. Apabila nantinya terdapat tanggapan yang masuk, KPU akan segera menghubungi calon yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait isu yang diajukan. Proses pengumpulan tanggapan ini telah disosialisasikan kepada masyarakat sejak 15 September melalui berbagai media, baik cetak maupun daring. KPU Lingga juga aktif sosialisasi melalui akun Instagram resmi mereka di @kpukabupatenlingga, di mana informasi tentang pencalonan disebarkan secara detail. Ardhi menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses ini. "Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi, sehingga proses pemilu dapat berlangsung dengan transparan dan adil. Kami ingin mendengar tanggapan, kritik, serta komentar dari masyarakat Lingga," imbuhnya. Tahapan ini sangat krusial dalam memastikan bahwa calon yang akan berpartisipasi dalam pemilu telah memenuhi semua ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, KPU Kabupaten Lingga juga telah melakukan sosialisasi tentang Pilkada 2024 bagi pemilih yang berkebutuhan khusus. "Kami baru-baru ini mengumpulkan sejumlah pemilih disabilitas untuk kegiatan sosialisasi," jelas Ardhi saat dihubungi di Batam. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 6 September, dan dihadiri oleh 32 orang dari komunitas berkebutuhan khusus. Sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya KPU untuk memastikan bahwa semua segmen masyarakat, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, terlibat dalam proses demokrasi. KPU Lingga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua pemilih. ANTARA