KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melaksanakan penyuluhan mengenai pinjaman daring atau *online* di salah satu kelurahan di Kecamatan Ladongi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap pinjaman *online* yang belakangan ini menjadi sumber keresahan bagi banyak orang. Dalam pernyataannya, Bupati Koltim, Abd Azis, menyatakan pentingnya pemahaman masyarakat tentang risiko yang terkait dengan pinjaman *online*. Ia didampingi oleh Ketua OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya, serta anggota DPRD terpilih dan tim Penggerak PKK setempat. Bupati mengingatkan bahwa sudah seharusnya masyarakat bersikap hati-hati dan bijak saat mempertimbangkan pinjaman daring. Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya memberikan informasi mengenai risiko pinjaman *online*, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari kemungkinan penipuan yang terjadi. Bupati menekankan, "Kami hadir dalam kegiatan ini untuk membantu masyarakat memahami risiko serta memberikan alat untuk melindungi diri dari praktik pinjaman yang merugikan." Hartini Azis, Ketua Tim Penggerak PKK Koltim, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia mengungkapkan harapannya agar penyuluhan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. "Kami berharap masyarakat teredukasi dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan finansial yang tepat," ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Ladongi, I Nyoman Sila Adnyana, memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan serta memberikan assistance dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan pinjaman *online*. Ia menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan OJK dan pemerintah daerah guna mencegah masyarakat menjadi korban penipuan. Dengan diselenggarakannya penyuluhan ini, diharapkan agar masyarakat di Kelurahan Welala dan Koltim pada umumnya dapat lebih waspada dan cermat dalam menanggapi tawaran pinjaman *online*. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi warganya dari risiko finansial dan menjaga stabilitas sosial. ANTARA