BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara Nadalsyah membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016, yang diikuti puluhan peserta, Selasa (2/8/2016). Seluruh peserta bakal dilatih oleh anggota TNI dan Polri, dipusatkan di Stadion Swakarya Muara Teweh.

"Menjadi anggota Paskibra merupakan sebuah kebanggaan, karena tidak semua orang dapat memiliki kesempatan seperti itu. Tentu ini juga mengandung tanggung jawab besar. Apalagi Paskibra bagian generasi muda penerus estafet perjuangan dan pembangunan yang mempunyai tanggung jawab mempertahankan integritas, serta mewujudkan cita-cita perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa,” kata Bupati Barito Utara Nadalsyah.

Sebagai bagian dari generasi pewaris dan penerus perjuangan dan pembangunan, pasukan pengibar bendera juga dituntut senantiasa meningkatkan kemampuan dan bekerja keras, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab hanya dengan cara demikian, kata bupati, generasi muda dapat memenangkan persaingan global yang kian kompetitif untuk cita-cita prolaksamasi, mengisi kemerdekaan bangsa dan negara yang dicintai.

“Kami berharap apa yang diperoleh paskibra selama mengikuti latihan, baik pengetahuan maupun kedisiplinan, hendaknya dipertahankan dan dikembangkan. Karena, bukan hanya daerah ini saja, tetapi juga bangsa dan negara ini sangat membutuhkan sosok yang demikian, yaitu generasi muda yang berbudi luhur, berakhlaq mulia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa,” pesan Bupati.

Bupati juga berharap segala amanah dan tanggung jawab yang diemban, harus dapat dijadikan sebagai sebuah motivasi untuk mengembangkan kompetensi diri, agar menjadi generasi yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. “Menjadi pembangkit semangat untuk terus belajar, belajar dan belajar, sehingga kalian mampu meraih prestasi terbaik serta memberikan karya dan sumbangsih nyata yang terbaik yang dapat dibanggakan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat daerah dan bangsa ini.” (AGUS SIDIK/N).