JAKARTA –
**Borneonews - Jawa Barat**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat di kawasan Bandung Raya, Jawa Barat, untuk tidak panik terkait dengan keadaan darurat akibat bencana yang baru terjadi. Pihak BNPB menegaskan bahwa petugas tim reaksi cepat telah diterjunkan untuk melakukan penilaian dan penanganan terhadap situasi tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa warga perlu tetap waspada. Hal ini penting, mengingat masih ada potensi terjadinya gempa susulan dalam kisaran magnitudo 2 hingga 2,4. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi dari instansi atau lembaga yang berwenang. BNPB juga memberikan konfirmasi mengenai laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah rumah di Kertasari, Kabupaten Bandung, mengalami kerusakan. Dinding, langit-langit, dan pagar rumah dilaporkan rusak, dengan beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kondisi ini juga berdampak pada beberapa fasilitas umum, termasuk fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan kantor polisi di wilayah Kabupaten Bandung. Meskipun ada kerusakan yang terjadi, sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa yang signifikan. BNPB berencana untuk memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring dengan perkembangan yang ada. Dalam laporan terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 7.19 LS, 107.67 BT, berjarak sekitar 24 kilometer ke arah Tenggara Kabupaten Bandung. Menurut BMKG, gempa yang dirasakan warga terjadi pada pukul 09:41 WIB, dengan intensitas yang bervariasi di beberapa lokasi di Jawa Barat. Gempa ini dirasakan, antara lain, di Banjaran (III MMI), Lembang (II-III MMI), dan beberapa area lainnya dengan intensitas II-III MMI. Hingga pukul 10:10 WIB, BMKG mencatat terdapat lima aktivitas gempa bumi susulan, namun dipastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Penanganan dan proses pemulihan diharapkan dapat segera dilakukan untuk mempercepat perbaikan dan mendukung masyarakat yang terdampak. ANTARA