MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengeluarkan sebuah peraturan bupati (Perbup) yang bertujuan untuk mengatasi dan mencegah kekerasan terhadap anak dalam lingkungan sekolah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan ramah bagi siswa. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Idham Khalid, menyampaikan harapannya bahwa melalui program ini, lingkungan pendidikan bisa menjadi tempat yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini dia ungkapkan saat peluncuran Perbup di bidang pendidikan dan sekaligus Deklarasi antikekerasan di sekolah yang berlangsung di Lombok Tengah. Perbup tersebut mencakup berbagai inisiatif, antara lain pendidikan antikorupsi, penerapan kurikulum muatan lokal, serta optimalisasi implementasi *Kurikulum Merdeka Belajar* di berbagai satuan pendidikan di Lombok Tengah. Menurut Khalid, langkah ini merupakan salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Khalid juga menekankan perlunya perhatian terhadap kekerasan dan perundungan terhadap anak, karena hal ini merupakan ancaman serius dalam dunia pendidikan. Dampak negatif dari tindakan tersebut tidak hanya merugikan siswa secara mental, tetapi juga dapat berkontribusi pada angka putus sekolah yang meningkat. “Semua sekolah diharapkan bebas dari kekerasan dan perundungan,” tegasnya. Dalam konteks kurikulum, penerapan *Kurikulum Merdeka Belajar* diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, sekaligus mendukung persiapan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Ini menjadi penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa agar lebih cerdas dan kompetitif. Khalid mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk berkolaborasi menciptakan sekolah yang ramah anak dan menjamin kualitas pendidikan yang lebih baik. Komitmen bersama dinilai sangat penting demi terwujudnya program *Merdeka Belajar*, yang diharapkan dapat mendukung Indonesia Emas 2045 secara keseluruhan. “Dengan adanya transformasi pada implementasi kurikulum, kita semua dapat berperan dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya. ANTARA