**Borneonews - Mataram**, Dinas Pertanian Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah bersiap untuk membagikan sebanyak 1.000 bibit varietas unggulan, yaitu Mangga Mentaram dan Duku Ruslan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi kedua varietas buah tersebut di kalangan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, HM Saleh, menyatakan bahwa dari total 1.000 bibit yang disiapkan, terdiri dari 500 bibit Mangga Mentaram dan 500 bibit Duku Ruslan. Pembagian bibit ini akan dilakukan secara bertahap ke berbagai instansi, termasuk kelurahan, kecamatan, kantoran pemerintah dan swasta, serta masyarakat di lingkungan sekitar.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa kedua jenis buah unggulan dari Kota Mataram lebih dikenal dan berkembang di masyarakat. Saleh juga menegaskan bahwa distribusi bibit ini merupakan tindak lanjut setelah Dinas Pertanian memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM.
Sertifikat tersebut bukan hanya mengakui keberadaan kedua varietas, tetapi juga melindungi identitasnya sebagai produk asli Kota Mataram, sehingga tidak ada pihak yang dapat mengklaim kedua varietas ini sebagai milik daerah lain.
Dalam upaya meningkatkan populasi pohon Mangga Mentaram dan Duku Ruslan, pemeliharaan dan pengelolaan bibit harus dilakukan dengan ketat dan tidak sembarangan. Semua kegiatan harus diawasi oleh kelompok masyarakat peduli indikasi geografis (MPIG), yang nantinya akan bertanggung jawab dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
Keberhasilan dalam program ini akan dinilai oleh Kementerian Hukum dan HAM dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang, setelah ada hasil berupa bakal buah, yang dalam bahasa Sasak dikenal dengan istilah *motek*.
Mangga Mentaram dikenal karena cita rasa renyah saat masih muda, dengan daging tebal dan lebih nikmat ketika telah matang sempurna. Duku Ruslan pun memiliki karakteristik serupa, dengan tekstur daging yang tebal dan rasa manis yang khas.
Saleh menjelaskan bahwa sejarah Mangga Mentaram ini bermula pada tahun 1985, ketika Kerajaan Anak Agung menerima hadiah berupa mangga dari Kerajaan Mentaram. Sayangnya, reputasi buah ini sempat terlupakan hingga pada tahun 2009, pemerintah mencanangkan Mangga Mentaram dan Duku Ruslan sebagai varietas unggulan Kota Mataram.
Setelah periode yang cukup lama tanpa program pengembangan, pada tahun 2024, Dinas Pertanian berjuang mendapatkan sertifikat HKI untuk memastikan bahwa kedua varietas tersebut bisa terus dikembangkan dan dilindungi dari klaim wilayah lain.
ANTARA
Dinas Pertanian Mataram Siapkan 1.000 Bibit Mangga dan Duku
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Rumah Bruno Fernandes Dirampok saat MU Kalah 1-4 dari Como 1907
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Komentar (0)
Memuat komentar…







