SURABAYA –
**Borneonews - Jember**, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, baru saja berhasil meraih dua penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut meliputi kategori Wahana Tata Nugraha dan penilaian sebagai kabupaten terbaik dalam implementasi Sistem Transportasi Berkelanjutan 2024. Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan Dishub Jember dalam menata sistem transportasi publik dan fasilitas publik secara efektif. "Alhamdulillah, Dishub Jember mendapatkan dua penghargaan, pertama adalah Wahana Tata Nugraha, dan kedua sebagai kabupaten terbaik dengan Sistem Transportasi Berkelanjutan 2024," ujar Bupati Hendy dalam keterangan pers yang diterima. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan transportasi publik serta infrastruktur publik yang berkualitas. Sedangkan penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam Sistem Transportasi Berkelanjutan 2024 diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jember berkat Program Angkutan Gratis yang ditujukan bagi pelajar dan penyandang disabilitas yang telah diinisiasi oleh Dishub setempat. "Kita patut bangga dengan prestasi yang diraih oleh Dishub Jember. Mari kita jaga dan terus tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tambahnya. Kepala Dishub Jember, Agus Wijaya, menjelaskan lebih lanjut tentang Program Angkutan Gratis untuk pelajar yang dimulai sejak 2 Mei 2024. Program ini melibatkan 41 unit kendaraan yang telah disiapkan untuk mengantarkan dan menjemput sebanyak 492 siswa, termasuk bagi pelajar difabel. "Kendaraan sekolah gratis ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang masih di bawah umur, yang berpotensi menimbulkan risiko baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain. Selain itu, program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat pelajar untuk menggunakan angkutan umum," ujarnya. Adapun layanan angkutan sekolah gratis ini mencakup siswa yang berasal dari 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP) mayoritas di wilayah kota. Namun, rencana pengembangan juga mencakup wilayah kecamatan lain, di mana satu kendaraan telah ditugaskan untuk melayani pelajar di Kecamatan Mayang. Dengan demikian, keberhasilan program angkutan sekolah di Jember telah membuktikan inovasi yang diterapkan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan, sehingga layak mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perhubungan. ANTARA