AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Selasa, 17 September, sekitar pukul 15:58 WIT, gunung berapi ini mengeluarkan abu berwarna kelabu dengan ketinggian mencapai 1,5 kilometer di atas puncaknya. Petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Ibu, Rivaldi Hasan, menginformasikan bahwa kolom abu terlihat dengan intensitas yang sangat tebal dan bergerak menuju arah timur laut. Momen erupsi ini juga terdeteksi melalui seismogram, di mana amplitudo maksimum tercatat mencapai 28 mm dengan durasi sekitar 1 menit 28 detik. Rivaldi menambahkan bahwa dentuman dari erupsi ini dapat didengar bahkan sampai ke bangunan kantor Pos Pengamatan, dan getaran akibat aktivitas tersebut terasa cukup kuat. Dalam situasi ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari gunung, serta memahami perluasan sektoral hingga 5 kilometer ke arah bukaan kawah di utara. Pihak berwenang mengingatkan semua kalangan untuk mematuhi edaran yang telah disampaikan, mengingat status Gunung Ibu saat ini berada pada Level III atau Siaga. Selain itu, jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menggunakan masker dan kacamata agar terhindar dari paparan abu vulkanik. Rivaldi juga menegaskan bahwa sampai saat ini, Gunung Ibu belum menunjukkan penurunan aktivitas. Setiap jam, gunung ini masih terus mengeluarkan abu dari puncaknya. Sebelumnya, pada Senin, 16 September, gunung ini mengeluarkan abu ke ketinggian 700 meter, yang kembali menunjukkan adanya aktivitas berpotensi berbahaya. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dari semua pihak untuk menjaga keselamatan, serta menghindari area berisiko tinggi seiring berlangsungnya aktivitas vulkanik di Gunung Ibu. ANTARA