SEMARANG –
**Borneonews - Purwokerto**, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang lebih dikenal dengan sebutan BPJAMSOSTEK, telah melangsungkan sosialisasi mengenai program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) khusus untuk perumahan pekerja. Kegiatan ini bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan berlangsung di Purwokerto, yang terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Acara yang mengambil format *Focus Group Discussion* ini dikelola oleh BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto. Pada kesempatan tersebut, hadir Wakil Kepala Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah, Noviana Kartika Setiananingtyas, serta Kepala Cabang BTN Purwokerto, Agnes Zendy Kusumawardi. Selain itu, sejumlah pengembang perumahan dari wilayah Banyumas turut ambil bagian dalam acara tersebut. Setelah acara berakhir, Agnes Zendy Kusumawardi mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat produktif karena berhasil mengumpulkan banyak pengembang perumahan. Ia menyatakan harapannya agar melalui sosialisasi ini, BPJAMSOSTEK dapat memberi pemahaman yang lebih baik mengenai program MLT yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendorong kemajuan industri perumahan di Purwokerto. Selain itu, Zendy menambahkan bahwa dalam program MLT ini, tidak ada batasan mengenai tipe rumah yang berhak mendapatkan fasilitas. Ia menegaskan pentingnya bahwa perumahan tersebut tidak bersubsidi dan juga dapat mencakup proyek renovasi rumah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, target dana untuk program MLT perumahan pekerja ditetapkan sebesar Rp2,5 miliar untuk setiap kabupaten. Dengan kata lain, dana ini dapat digunakan untuk menyelesaikan sekitar tujuh unit rumah di setiap kabupaten. Sementara itu, Noviana Kartika Setiananingtyas menginformasikan bahwa kegiatan sosialisasi di Purwokerto ini merupakan yang keempat dalam serangkaian *roadshow* yang dilakukan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa untuk Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah, target program MLT perumahan pekerja adalah sebanyak 70 unit rumah dengan total anggaran mencapai Rp23 miliar. Di sisi lain, Noviana menjelaskan bahwa produk MLT tidak hanya terbatas pada pembelian rumah. Program ini juga mencakup opsi untuk renovasi, pinjaman uang muka, dan kredit konstruksi. Untuk menyukseskan program ini, BPJAMSOSTEK menjalin kerja sama dengan BTN dan beberapa bank lainnya, termasuk Bank Jateng dan BJB. Dari penjelasan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto, Antony Sugiarto, program MLT ditujukan kepada peserta yang masih dalam keadaan produktif atau aktif, dengan skema pinjaman yang meliputi uang muka perumahan, kredit perumahan, serta kredit konstruksi. Dia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan program ini, karena selama ini, peminat dari peserta BPJAMSOSTEK masih tergolong sedikit meskipun suku bunga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan tingkat bunga pasar. Antony berharap, dengan adanya kegiatan ini, para pengembang perumahan dapat memanfaatkan program MLT yang ditawarkan BPJAMSOSTEK untuk kepentingan mereka. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup pekerja melalui akses terhadap perumahan yang lebih baik. ANTARA