SEMARANG –
**Borneonews - Purwokerto**, Perum Bulog Cabang Banyumas kembali melaksanakan serapan gabah dari hasil panen para petani. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan cadangan pangan pemerintah, terutama mengikuti momen panen gadu yang terjadi di wilayah eks Keresidenan Banyumas. Kawasan tersebut mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara di provinsi Jawa Tengah. Prawoko Setyo Aji selaku Pemimpin Perum Bulog Cabang Banyumas menjelaskan bahwa pengadaan *Cadangan Pangan Pemerintah* (CPP) dan pengadaan secara komersial akan terus dilakukan seperti biasa hingga akhir tahun. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa saat ini pengadaan CPP tidak selalu menghasilkan pasokan yang masuk ke gudang Bulog Banyumas setiap harinya, meskipun sedang dalam masa panen gadu. Volume beras yang saat ini diterima di gudang Bulog Banyumas berkisar antara 0 hingga 30 ton setiap harinya. Hal ini terjadi karena harga gabah di pasaran telah melampaui *Harga Pembelian Pemerintah* (HPP). Prawoko menambahkan bahwa informasi yang diperoleh dari beberapa penggilingan dan kelompok tani menunjukkan harga gabah panen gadu di tingkat petani berkisar antara Rp6.100 hingga Rp6.500 per kilogram. Jika gabah tersebut diolah menjadi gabah kering giling (GKG) standar Bulog, harganya bisa mencapai lebih dari Rp7.500 per kilogram. Di sisi lain, harga beras berkualitas lebih rendah di penggilingan ini bervariasi, antara Rp11.300 hingga Rp11.800 per kilogram, sementara harga di pasaran sudah menembus angka lebih dari Rp12.200 per kilogram. Dalam menghadapi situasi ini, Bulog Banyumas juga melakukan pengadaan beras secara komersial yang sejalan dengan upaya pencarian CPP. Rata-rata pengadaan beras komersial yang dilakukan saat ini berkisar antara 10 hingga 50 ton per hari, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Hingga kini, total realisasi pengadaan beras oleh Bulog Banyumas sudah mencapai sekitar 23.500 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 21.000 ton di antaranya merupakan bagian dari CPP, sedangkan sisanya berasal dari pengadaan beras komersial. Dengan pencapaian ini, Prawoko mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan beras telah melampaui target yang ditetapkan untuk Bulog Banyumas pada tahun 2024, yaitu sebanyak 18.000 ton. ANTARA