JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Silmy Karim, mengungkapkan bahwa kemudahan dalam pengajuan visa menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan signifikan kedatangan warga negara asing (WNA) ke Bali. "Berdasarkan data yang kami miliki, terbukti bahwa terdapat peningkatan lebih dari 22,6 persen dalam kedatangan WNA ketimbang tahun sebelumnya. Meskipun untuk masuk ke Indonesia, sebagian besar memerlukan visa," terang Silmy Karim saat dihubungi di Jakarta. Sebagai respons terhadap kebutuhan para pengunjung, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menyediakan platform pengajuan visa secara online di situs evisa.imigrasi.go.id. Melalui portal ini, para WNA dapat mengajukan permohonan visa dan menyelesaikan pembayaran dengan menggunakan kartu debit maupun kredit. "Kami merancang proses pengajuan visa ini semudah berbelanja di *marketplace*. Pengalaman yang *seamless* bagi WNA merupakan salah satu elemen yang berkontribusi pada peningkatan kedatangan," tambah Silmy. Selanjutnya, Silmy Karim juga mencatat faktor lain yang mendorong peningkatan kedatangan WNA ke Bali adalah kebijakan visa yang ditawarkan oleh Indonesia. Kebijakan tersebut dirancang untuk mempermudah serta disesuaikan dengan beragam aktivitas yang diminati oleh WNA di tanah air. "Kami berusaha agar yang datang adalah pelintas berkualitas. Kami ingin menciptakan pengalaman terbaik bagi mereka di Indonesia," ucap Silmy. Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa kenaikan kedatangan WNA ke Bali yang sebesar 22,6 persen pada tahun 2024 terlihat dari perbandingan data perlintasan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali selama periode Januari hingga Agustus 2023 dengan periode yang sama pada tahun berikutnya. Di tahun 2023, tercatat sebanyak 3.641.896 warga negara asing memasuki Bali. Namun, pada tahun 2024, jumlah kedatangan meningkat menjadi 4.465.685 orang. Hal ini menunjukkan bahwa ada tambahan sekitar 823.789 WNA yang tiba di bandara tersebut. Selain itu, jumlah WNA yang melintas keluar atau melakukan keberangkatan tercatat sebanyak 4.481.939 orang. "Saya melihat tren ini sebagai sesuatu yang positif. Kemajuan yang kami capai semakin baik, dan kami berharap hal ini dapat terus berlanjut ke depan," tutup Silmy. ANTARA