**Borneonews - Tanjung Selor** Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah berhasil mendeteksi sebanyak 40 titik panas di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), yang terutama terkonsentrasi di Kabupaten Bulungan. Informasi ini diperoleh dari hasil pemantauan satelit *Aqua* dan *Terra*. Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Tanjung Harapan, Magdalena, titik-titik panas tersebut lebih banyak terlihat di sejumlah kecamatan, termasuk Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Selor, dan Tanjung Palas Timur. Pemantauan dilaksanakan pada Rabu, 18 September 2024, dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. BMKG melaporkan bahwa pada pagi hari tersebut, konsentrasi partikulat PM 2,5 mencapai 103.0 mikrogram per meter kubik. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan metode penyinaran sinar Beta (*Beta Attenuation Monitoring*) yang dikenal efektif dalam mendeteksi tingkat polusi udara. Kondisi ini memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara di wilayah tersebut. Analisa dari Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2,5 yang terdeteksi telah melampaui ambang batas aman. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mengenakan masker saat berada di luar ruangan guna melindungi diri dari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh substansi polutan ini. Dari analisis grafik kualitas udara, terlihat adanya peningkatan dari kategori Sedang (biru) menjadi kategori Tidak Sehat (kuning). Meskipun kualitas udara tidak sehat ini masih berada di bawah ambang batas nilai maksimum yang ditetapkan, yaitu kurang dari 150 mikrogram per meter kubik, BMKG menekankan pentingnya penggunaan masker dalam menjaga kesehatan pribadi. Di samping itu, angin yang bertiup dengan kecepatan 17 knot dari arah Tenggara menuju Timur Laut turut mempercepat penyebaran asap ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bulungan, Tarakan, Tana Tidung, dan Nunukan. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan situasi ini. Meskipun ada potensi bahaya, masyarakat tidak perlu merasa panik. BMKG akan terus berupaya memberikan informasi terkini melalui saluran resmi mereka. Selain itu, BMKG juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mungkin terjadi. ANTARA