**Borneonews - Pidie**, Gerimis yang terus menerus berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB di lapangan sepatu roda Pantai Pelangi, Pidie, Aceh, pada Selasa, menciptakan suasana unik bagi sejarah masuknya *skateboard* ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, *skateboard* dipertandingkan secara ekshibisi untuk pertama kalinya.
Meskipun suhu udara hanya mencapai 20 derajat, semangat penonton yang rela kehujanan memberikan ekstra dorongan bagi 20 kontingen yang berpartisipasi dalam ekshibisi skateboard ini. Kontingen ini sebagian besar terdiri dari kaum milenial berusia antara 10 hingga 15 tahun. Pada usia muda tersebut, mereka dengan percaya diri melakukan berbagai trik mengesankan, termasuk berpegangan pada *hand rails* (pegangan tangga) dan melakukan gerakan yang inovatif di atas papan luncur mereka.
*Skateboard* memiliki latar belakang yang kaya sebagai produk seni budaya jalanan yang muncul di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Awalnya, olahraga ini mengalami berbagai penolakan dan larangan dari pemerintah di beberapa kota, yang menganggapnya sebagai gangguan di jalan-jalan. Masuknya *skateboard* ke dalam kategori olahraga tidak lepas dari perjalanan panjang yang dilaluinya. Baru pada Olimpiade Tokyo 2020, setelah enam dekade berstatus sebagai kegiatan budaya, *skateboard* mulai dipertandingkan secara resmi dalam format ekshibisi. Pada ajang tersebut, empat nomor dilombakan, yaitu street untuk putra dan putri, serta park untuk putra dan putri.
Tidak lama setelah itu, pada Olimpiade Paris 2024, *skateboard* akan dipertandingkan secara resmi dengan La Concorde, Paris, menjadi lokasi bersejarah pertandingannya. Dalam ajang ini juga akan ada empat nomor yang sama dengan yang dipertandingkan sebelumnya.
*Skateboard* telah menjadi salah satu arena olahraga baru yang memikat perhatian generasi muda, khususnya mereka yang termasuk dalam kelompok usia 10 hingga 25 tahun. Umumnya, para atlet berbakat dalam disiplin ini adalah dari generasi Z dan milenial. Kesuksesan di ajang bergengsi seperti Olimpiade Paris 2024 juga diwarnai oleh atlet muda. Contohnya, Yuto Horigome berusia 25 tahun dan Coco Yoshizawa yang berusia 15 tahun berhasil merebut medali emas dalam nomor street. Sementara itu, Keegan Palmer (21 tahun) dan Arisa Trew (14 tahun) masing-masing meraih medali emas di nomor park.
Di Indonesia, perkembangan *skateboard* menunjukkan potensi yang sangat besar untuk terus dirangkul dan dikembangkan. Hal tersebut terlihat dari berbagai pencapaian yang diraih oleh para atlet skateboard Indonesia, salah satunya Sanggoe Darma Tanjung. Sanggoe, yang saat itu berusia 16 tahun, menjadi atlet termuda dari Indonesia yang melakukan debut di Asian Games 2018. Selain itu, kejuaraan SEA Games 2019 juga menjadi momen penting bagi Indonesia dengan *skateboard* berkontribusi pada perolehan tujuh medali.
Meski prestasi tersebut mengesankan, ketidakhadiran cabang *skateboard* dalam PON Papua 2020 menjadi sebuah catatan yang disayangkan. Namun, Sanggoe kembali menunjukkan bahwa bakatnya tetap bersinar dengan meraih medali perak pada Asian Games Hangzhou 2022. Kini, dengan PON Aceh-Sumut 2024 yang akan memasukkan *skateboard* sebagai cabang ekshibisi, harapan akan perkembangan disiplin ini semakin cerah.
Saat ini, *skateboard* berada di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi). Mereka telah mengadakan babak kualifikasi pada April lalu dengan enam nomor pertandingan. Lima bulan kemudian, pertandingan ekshibisi resmi berlangsung.
Ketua Umum PB Porserosi, Velix Wanggai, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perhatian dan pengembangan terhadap olahraga ini. Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan serta fasilitas yang memadai untuk menjamin masa depan para atlet muda berbakat.
Sementara itu, meskipun kedatangan *skateboard* ke PON terkesan terlambat, kehadiran talenta muda seperti Sanggoe Darma yang mampu menunjukkan kualitas tinggi tetap memegang peranan penting. Melalui ajang besar seperti PON, para atlet diharapkan mampu menembus level yang lebih tinggi, bahkan mencapai Olimpiade. Dengan popularitas *skateboard* yang terus berkembang di kalangan generasi Z dan milenial, Indonesia berpeluang besar meraih sukses di pentas internasional di masa mendatang.
ANTARA
Skateboard sebagai Olahraga Baru untuk Generasi Muda di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Disertai Angin Kencang, Sejumlah Motor di Kantor Kecamatan Angkinang Tertimpa Pohon Tumbang
Kehadiran Siswa Rendah saat PJJ, Disdik Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan UAS Desember ke Januari 2027
Polisi Tangkap Terduga Pencuri Perengkat Telekomunikasi Milik Telkomsel di Kotim
RSUD dr Murjani Sampit Matangkan Persiapan Akreditasi.?
Motor Terbakar di Tengah Jalan Kampung Melayu Banjarmasin
Wali Kota Palangka Raya Tanggapi Penetapan Karhutla Kategori Sedang
Komentar (0)
Memuat komentar…







