**Borneonews - Demak**, Pemerintah Kabupaten Demak, yang terletak di Jawa Tengah, baru-baru ini mengeluarkan surat edaran yang meminta semua rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran virus cacar monyet, atau yang lebih dikenal dengan istilah *monkeypox*. Salah satu langkah yang ditekankan adalah penyediaan ruang perawatan khusus yang bisa digunakan jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) terkait penyakit ini.
Bupati Demak, Eisti'anah, menyatakan bahwa semua rumah sakit di wilayahnya diharapkan siap sedia untuk menangani kasus *monkeypox*. Kesiapan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi dan pencegahan yang penting dalam menghadapi situasi yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Eisti'anah menginstruksikan agar puskesmas bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Edukasi ini juga seharusnya diperluas ke lingkungan sekolah, di mana Dinas Pendidikan Kabupaten Demak diminta untuk memberikan informasi kepada siswa mengenai kebiasaan hidup sehat dan pentingnya menjaga kebersihan.
Bupati menambahkan bahwa kebiasaan mencuci tangan yang telah diterapkan selama pandemi COVID-19 harus terus dilanjutkan. Hal ini sangat relevan, mengingat penularan *monkeypox* dapat terjadi melalui berbagai media, termasuk kontak langsung antara kulit. Oleh karena itu, upaya pencegahan yang terbaik adalah dengan menjaga perilaku hidup sehat.
Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi risiko penularan *monkeypox*. Menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat juga merupakan langkah penting untuk tidak mudah terjangkit berbagai penyakit lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun, menambahkan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah mengedarkan surat edaran kepada rumah sakit dan puskesmas mengenai kewaspadaan terhadap *monkeypox*. Dalam hal ini, rumah sakit juga sudah dipersiapkan untuk memberikan perawatan pada pasien yang memiliki gejala mencurigakan terkait *monkeypox*.
Selain itu, Dinkes Demak berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk mengaktifkan akun NAR, yang memungkinkan pengiriman sampel dari pasien suspek *monkeypox* ke laboratorium rujukan yang ditujukan untuk analisis lebih lanjut.
Upaya pencegahan di Kabupaten Demak juga dilakukan melalui sosialisasi mengenai *monkeypox* yang disebarluaskan lewat podcast Dinas Kesehatan dan platform media sosial, serta melalui interaksi langsung di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Edukasi dan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan.
ANTARA
Penyediaan Ruang Khusus di Rumah Sakit Antisipasi Monkeypox
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Komentar (0)
Memuat komentar…







