JAKARTA –
**Borneonews - Medan** Peningkatan prestasi olahraga Indonesia, khususnya dalam cabang renang, terlihat jelas menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI), Wisnu Wardhana, banyak talenta muda yang mulai menunjukkan kemampuannya di arena kompetisi ini. Wisnu menuturkan bahwa keikutsertaan generasi muda dalam PON 2024 sangat menggembirakan. “Kami merasa bahagia karena banyaknya talenta muda di bawah usia 17 tahun yang muncul,” ungkapnya saat diwawancarai di Kolam Renang Selayang, Medan, Sumatera Utara, pada hari Rabu. Setelah melakukan pengamatan selama beberapa hari, Wisnu, yang juga menjabat sebagai ketua tim pencari bakat, menjelaskan bahwa sejumlah nama perenang muda yang menonjol berasal dari beragam daerah. Dalam kategori putri, Adelia Chantika Aulia dari Jakarta tampil mengesankan dengan mencatat waktu tercepat di nomor 200 meter gaya punggung putri, yaitu 2 menit 16,77 detik. Catatan tersebut secara resmi memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang oleh Nurul Fajar Fitriyati dengan waktu 2 menit 19,78 detik pada PON 2021 yang berlangsung di Papua. Sementara itu, dalam kategori putra, Samuel Maxson Septionus dari Jakarta, yang berusia 16 tahun, serta Jason Donovan Yusuf yang berusia 17 tahun, juga menunjukkan prestasi yang menggembirakan. Fakta ini menandakan bahwa potensi perenang muda semakin melimpah. Dengan banyaknya prestasi yang ditunjukkan oleh para perenang muda, PB Akuatik Indonesia berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam pengembangan mereka. “Penenang muda ini harus diberikan kesempatan seluas-luasnya. Terutama dalam mengikuti ajang internasional agar semangat dan motivasi mereka semakin meningkat,” jelas Wisnu. Lebih jauh, Wisnu mengungkapkan bahwa setelah pelaksanaan PON 2024, PB Akuatik akan segera memanggil para perenang muda untuk mengikuti program pelatihan nasional (pelatnas) yang berada di bawah naungan program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) yang dicanangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Pelatnas ini terdiri dari dua program. Pertama, program jangka panjang sebagai persiapan untuk *Youth Olympic Games* pada tahun 2026 dan juga *Asian Youth Games* pada tahun 2025, khususnya untuk usia 15 dan 16 tahun,” paparnya. Di sisi lain, untuk mempersiapkan tim menghadapi SEA Games 2025 yang akan diadakan di Thailand, PB Akuatik pun akan melakukan evaluasi bersama tim dari Kemenpora agar semua perenang dapat melakukan persiapan yang matang dan optimal. ANTARA