BOGOR –
**Borneonews - Bogor**, Polresta Bogor Kota, yang berada di bawah Polda Jawa Barat, berhasil mengamankan lima individu yang diduga terlibat dalam praktik pungutan liar (pungli) di pasar tumpah yang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin, Kota Bogor. Penangkapan ini terjadi setelah pihak kepolisian melakukan razia terhadap sejumlah preman yang sering memalak para pedagang. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa operasi penegakan hukum ini dilakukan pada dini hari. Dalam operasi tersebut, kelima pelaku yang diketahui memiliki inisial IR, AS, DS, K, dan NM, berhasil dibawa ke kantor Polresta Bogor Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kombes Bismo menambahkan bahwa para pelaku yang ditangkap akan menjalani interogasi terkait perbuatan yang telah mereka lakukan. Setelah proses interogasi, mereka akan dilimpahkan kepada tim yustisi yang tergabung dalam Satuan Tugas Saber Pungli untuk penanganan lebih lanjut. Melalui hasil pemeriksaan yang dilakukan, terungkap bahwa uang yang dipungut dari para pedagang diduga digunakan untuk dibagi hasil untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Pelaku beralasan bahwa pungutan tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan pasar. Nominal pungutan yang dikenakan bervariasi antara Rp40.000 hingga Rp100.000. Mereka berdalih bahwa pungutan tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, mengungkapkan bahwa kelima pelaku merupakan oknum dari salah satu organisasi masyarakat (ormas). Selain menangkap para pelaku, pihak kepolisian juga telah mengantongi dua nama yang diduga terlibat dari DLH Kota Bogor. Tim Saber Pungli akan melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai keterlibatan oknum dari dinas tersebut. Pemerintah Kota Bogor segera menanggapi keluhan warga mengenai kegiatan pasar tumpah di Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin. Aktivitas pasar ini belakangan dianggap meresahkan masyarakat, menyebabkan kemacetan, tumpukan sampah, dan dugaan praktik premanisme di kawasan tersebut. ANTARA