PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Pemerintah Kota Pontianak di Kalimantan Barat terus berupaya untuk mendukung dan memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan salah satu langkah nyata, yaitu memberikan bantuan berupa alat produksi kepada 21 pelaku usaha pangan lokal. Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menyatakan bahwa bantuan ini meliputi peralatan seperti *sealer*, *blender*, dan *mixer*. Dia berharap, dukungan ini dapat mengurangi beban para pelaku UMKM yang sedang merintis usaha mereka. Ani menambahkan bahwa pemberian peralatan tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota dalam mendukung pertumbuhan industri pangan lokal, terutama bagi UMKM yang berkecimpung dalam produk makanan dan kue. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para pelaku usaha dapat meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas dari produk yang mereka tawarkan. Industri pangan lokal memiliki peranan yang sangat vital dalam perekonomian Kota Pontianak, selain berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, sektor ini juga berfungsi sebagai daya tarik bagi wisata kuliner bagi para pengunjung yang datang ke kota ini. Ani mengajak para penerima bantuan untuk memanfaatkan peralatan yang diberikan secara optimal dan terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk-produk makanan khas daerah. Ia mendorong kolaborasi untuk memajukan industri pangan lokal. Dengan peningkatan kualitas produk, Ani Sofian yakin bahwa pasar dapat diperluas tidak hanya di wilayah lokal tetapi juga hingga ke luar daerah. Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Muchamad Yamin, menjelaskan tujuan dari bantuan peralatan ini adalah untuk mendorong pengembangan produk UMKM baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Ia berharap dukungan ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang baru memulai usaha di industri pangan. Sebagai tambahan, selain bantuan peralatan, pihaknya juga menyerahkan bantuan beras kepada enam Kepala Keluarga (KK) petani padi yang mengalami kegagalan panen, yaitu 20 kilogram beras per KK. Di samping itu, bantuan untuk peningkatan ketahanan pangan keluarga juga disalurkan kepada 40 KK, masing-masing berupa 10 kilogram beras. ANTARA