GORONTALO –
**Borneonews - Gorontalo**, Warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan petugas Lapas Perempuan Gorontalo, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Gorontalo, telah melaksanakan kegiatan tradisi *walima* untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah. Acara tersebut berlangsung di masjid yang terletak di dalam lingkungan Lapas setempat. Kepala LPP Gorontalo, Elang Kartini, menyampaikan bahwa acara perayaan Maulid Nabi ini dihadiri oleh sekitar 70 orang, yang terdiri dari warga binaan dan petugas Lapas. Dalam acara tersebut, dihadirkan pula penceramah yang berasal dari luar lembaga pemasyarakatan. Elang menjelaskan bahwa tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk melaksanakan pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Di Lapas Perempuan Gorontalo, terdapat dua program pelatihan yang diberikan, yaitu pelatihan kepribadian dan pelatihan kemandirian. "Peringatan Maulid Nabi ini merupakan wujud nyata dari upaya pembinaan kepribadian di LPP Gorontalo, dengan harapan agar mayoritas warga binaan yang beragama Islam dapat meneladani dan menerapkan ajaran Rasulullah SAW," ungkapnya. Untuk menambah suasana perayaan, tahun ini, acara *walima* di Lapas Gorontalo juga diwarnai dengan kehadiran tiga *Tolangga* (wadah besar) dan beberapa *Toyopo* (wadah kecil) yang dipenuhi dengan berbagai jenis makanan, termasuk kue kolombengi, kudapan, buah, dan lain-lain. Dahlina Adju, salah seorang warga binaan LPP Gorontalo, menyatakan rasa syukur karena masih dapat merayakan Maulid Nabi meskipun berada di dalam Lapas. "Kami juga melakukan tradisi *walima* dan bersaing untuk mendapatkan isi dari *Tolangga* pada perayaan ini," pungkas Dahlina. Acara ini menunjukkan upaya lembaga pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang bermakna bagi warga binaan, meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. ANTARA