JAKARTA –
**Borneonews - Trenton, Kanada**, Kanada berpeluang untuk melaksanakan pemilihan federal jika Partai Konservatif benar-benar mengajukan mosi tidak percaya seperti yang direncanakan pada awal pekan depan. Hal ini terungkap dalam laporan media lokal pada Selasa (17/9). Partai Konservatif perlu mendapatkan dukungan dari Bloc Quebecois atau Partai Demokrat Baru (NDP) guna mengalahkan Partai Liberal di parlemen. Jika hal ini terjadi, pemilihan federal bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Pierre Poilievre, pemimpin Partai Konservatif yang saat ini dalam posisi unggul berdasarkan jajak pendapat, meyakinkan bahwa mereka akan mengupayakan pemilihan pada kesempatan pertama. Sementara itu, Partai Liberal yang saat ini menghadapi tantangan serius dalam peringkat popularitasnya berupaya bertahan dalam situasi ini. Perdana Menteri Justin Trudeau telah memberikan kesempatan kepada Poilievre untuk melanjutkan strategi politiknya. Trudeau mengumumkan bahwa Selasa (24/9) akan menjadi Hari Oposisi, di mana Poilievre dapat secara resmi mengajukan mosi tidak percaya di Parlemen, seperti yang dilaporkan oleh CBC News. Meski Partai Konservatif merupakan partai oposisi resmi, mereka sangat bergantung pada dukungan dari NDP atau Bloc Quebecois untuk memperoleh jumlah suara yang cukup dalam rangka menjatuhkan pemerintahan jika mosi tersebut diajukan. Jika mosi tersebut diajukan, keputusan atas mosi itu akan dibuat pada Rabu (25/9). Jika salah satu partai yang berada di luar Konservatif memilih untuk bergabung, bisa jadi pemerintahan Trudeau akan berakhir. Namun, situasi ini masih menyisakan ketidakpastian. Pemimpin Bloc Quebecois, Yves-Francois Blanchet, secara terbuka telah menyatakan ragu untuk mendukung partai Konservatif dalam misi ini. Ia mengungkapkan kekhawatirannya dengan berkata, "Saya tidak dalam posisi untuk menggantikan Justin Trudeau dengan Pierre Poilievre." Selain itu, belum ada kepastian apakah Partai NDP akan bersatu dengan Partai Konservatif dalam upaya menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Trudeau. Hingga saat ini, Perdana Menteri Trudeau masih belum memberikan tanggapan resmi terkait situasi yang berkembang ini. ANTARA