**Borneonews - Pekanbaru**, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru, yang terletak di Provinsi Riau, akan melakukan intervensi terhadap 165 kasus stunting dari total 254 kasus yang telah teridentifikasi di posyandu dan Pusat Pemantauan Gizi Balita dan Masyarakat (PPGBM) pada tahun 2024.
Kepala Disdalduk KB Pekanbaru, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa dari jumlah yang terdata, hanya 165 anak yang memerlukan intervensi gizi. Sebagian besar dari kasus lainnya dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat. Penurunan jumlah kasus yang membutuhkan intervensi ini dibandingkan dengan tahun lalu, di mana terdapat 221 kasus stunting, menunjukkan adanya perbaikan.
Dia menambahkan bahwa pihaknya tahun ini akan melaksanakan intervensi secara lebih intensif serta melakukan penimbangan yang lebih akurat di posyandu. Rutinitas penimbangan di posyandu, disertai dengan intervensi gizi dan kesehatan yang lebih efektif, diharapkan dapat meminimalisir angka stunting secara signifikan. Ini adalah langkah nyata dari Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan penimbangan yang lebih baik, kami dapat mengidentifikasi lebih banyak anak yang memerlukan bantuan, kata Amin. Dalam upaya ini, salah satu tempat yang dikunjungi adalah Posyandu Bunga Jajar Kembar yang berlokasi di Gang Obor, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Dalam kunjungannya, Muhammad Amin menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru terkait penanganan masalah stunting.
Harapan kami adalah agar angka stunting bisa mencapai nol, tidak ada lagi anak-anak yang mengalami stunting. Untuk mencapainya, kami perlu memulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan anak balita, ujar Amin.
Pada tahun 2023, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil meraih posisi kedua terbaik di Provinsi Riau dalam upaya menurunkan prevalensi stunting. Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Pekanbaru pada tahun 2022 adalah sebesar 16,83 persen, yang kemudian menurun menjadi 8,70 persen pada tahun 2023.
ANTARA
Pekanbaru Targetkan Nol Kasus Stunting dengan Intervensi Gizi
Bagikan:

PEKANBARU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Komentar (0)
Memuat komentar…







