BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berusaha menghidupkan kembali permainan atau olahraga tradisional seperti  balogo, bagasing, gobak sodor dan lainnya. Langkah itu sebagai upaya melestarikan budaya daerah pada momentum perayaan hari ulang tahun Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia di daerah itu.

“Ini adalah upaya pemerintah daerah bagaimana memperkenalkan dan memasyarakatkan kembali permainan tradisional, terutama kepada generasi muda,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kotim, Multazam, Selasa (2/8/2016).

Arahan untuk menggelar lomba olahraga tradisional seperti balogo, bagasing, gobak sodor dan lainnya itu, merupakan instruksi bupati setempat. Secara khusus, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melaksanakan lomba olahraga tradisional di lingkungan masing-masing.

Setiap instansi juga diminta menggelar perlombaan dengan melibatkan masyarakat. Selain supaya perayaan HUT Kemerdekaan makin meriah, masyarakat juga kembali mencintai olahraga tradisional dan melestarikannya sebagai bagian dari kebudayaan daerah.

“Kami juga meminta bantuan seluruh aparatur sipil negara untuk menyampaikan kepada masyarakat di lingkungan RT/RW masing-masing agar melaksanakan kegiatan lomba tradisional,” pinta Multazam.

Sementara itu, berbagai kegiatan sudah disiapkan untuk memeriahkam perayaan HUT Kemerdekaan tahun ini. Selain agenda rutin yakni malam renungan suci, peringatan detik-detik proklamasi, penyerahan remisi, tabur bunga dan resepsi kenegaraan, berbagai acara tambahan juga sudah disiapkan.

Seperti pada Sabtu (20/8) pukul 13.00 WIB akan dilaksanakan Karnaval Budaya Kotawaringin Timur. Kegiatan ini akan dilaksanakan di depan rumah jabatan bupati di Jalan Achmad Yani Sampit.

Acara lainnya pada Minggu (21/8/2016) pukul 13.00 WIB yakni Festival Kapal Hias di Sungai Mentaya. Sedangkan pada Minggu (28/8) pukul 08.00 WIB akan dilaksanakan gerak jalan sehat tanpa narkoba yang akan diikuti pelajar dan narkoba.

Sementara itu Asisten I Setda Kotim Sugian Noor menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotim untuk menaikkan bendera merah putih satu bulan penuh, serta membersihkan lingkungan.

“Sesuai dengan surat himbauan bupati, isinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menaikkan bendera merah putih mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus. Warga juga diminta untuk mengganti bendera yang kuisam dengan yang baru,” ucap Sugian Noor. (RAFIUDIN/m)