BORNEONEWS, Sampit - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kondisi cuaca yang semakin panas di Sampit menjadi sinyal bagi masyarakat untuk lebih waspada.
"Musim kemarau sudah mulai terasa dengan cuaca yang sangat panas, meskipun masih ada hujan ringan. Kita perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya Karhutla," ungkap Juliansyah pada Rabu, 18 September 2024.
Menurut politisi Partai Gerindra ini, Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Kabupaten Kotim, telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sejak akhir Juni hingga September 2024. Di tengah kondisi ini, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari berbagai pihak menjadi sangat penting untuk menghadapi berbagai ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
"Kesiapsiagaan bisa dimulai dari masyarakat. Jika ada yang melihat titik api sekecil apa pun, sebaiknya segera padamkan untuk mencegah kebakaran lebih besar," ujarnya.
Juliansyah menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), instansi terkait, dan masyarakat, dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kewaspadaan harus tetap dijaga, apapun kondisi cuacanya, untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran besar.
--page
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau, guna menghindari bencana yang lebih luas.
"Kami berharap semua pihak dapat menjaga daerah kita dari bencana yang disebabkan oleh musim kemarau. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran," tutupnya. (Ari)









