PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk mempercantik estetika Kota Manis Pangkalan Bun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat menanam bibit tanaman hias di plangson sepanjang Jalan Iskandar, yang merupakan jalur protokol di Pangkalan Bun.

Kepala DLH Kobar Fitriyana melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) Nurliani mengatakan bahwa bibit yang ditanam terdiri dari beberapa jenis tanaman hias, yaitu brokoli kuning, kuncir merah, dan kuncir putih. Tanaman-tanaman tersebut ditempatkan di plangson sepanjang jalur protokol untuk memperindah wajah kota.

“Penanaman ini dilakukan untuk meremajakan tanaman hias yang ada di plangson agar estetika kota tetap terjaga. Jalur protokol, khususnya di sekitar Bundaran Pancasila dekat Bandara Iskandar, merupakan pintu masuk Kota Pangkalan Bun sehingga perlu ditata rapi dan indah,” ujar Nurliani, Rabu, 18 September 2024.

Lebih lanjut, Nurliani menyebut bahwa sebanyak 1.300 batang bibit telah ditanam. Penanaman ini sebagian besar didanai oleh Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa pihak ketiga.

“Pendanaan sebagian besar berasal dari CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah ini,” tambahnya.

--page

Nurliani juga menjelaskan bahwa bantuan bibit tanaman hias berasal dari sejumlah perusahaan, di antaranya PT. Arut Sawit Mandiri yang menyumbang 40 pohon, PT. BJAP memberikan 200 polybag, PT. Irvan Prima Tambang menyumbang 70 bibit, dan PT. Indo Turbo memberikan 400 bibit.

“Kegiatan penanaman di jalur hijau ini merupakan aksi nyata DLH untuk menambah ruang terbuka hijau di kota. Hal ini penting karena estetika kota Pangkalan Bun harus terus ditingkatkan, apalagi kota ini telah meraih Piala Adipura ke-13 sebagai kota kecil terbersih di Indonesia,” jelas Nurliani.

Nurliani juga mengungkapkan bahwa predikat kota terbersih bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi menjadi acuan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kita semua agar lebih memperhatikan kebersihan kota,” katanya.

Dia menegaskan bahwa kebersihan kota bukan hanya tugas DLH atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keindahan dan keasrian kota,” tambahnya.

Nurliani juga mengimbau masyarakat untuk tidak merusak atau mencabut tanaman hias yang sudah ditanam.

“Sering kali tanaman hias yang baru ditanam dirusak atau dicabut oleh tangan-tangan jahil. Hal ini sangat disayangkan, karena upaya mempercantik kota menjadi sia-sia,” pungkasnya. (DANANG/j)