BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga sebagai Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Ma'ruf Amin menyerahkan insentif fiskal kepada Pj Bupati Gunung Mas Herson B Aden, Rabu, 18 September 2024.
Insentif tersebut diberikan lantaran Kabupaten Gunung Mas menjadi salah satu kabupaten yang berhasil mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
"Kami berterima kasih atas insentif yang diberikan. Hal itu menjadi bentuk apresiasi kepada kami bersama pihak terkait di Kabupaten Gunung Mas dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah kita," ujar Herson, Rabu, 18 September 2024.
Untuk diketahui, estimasi tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gumas pada tahun 2021 yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yakni 0,40 persen dan pada tahun 2022 yakni 1,26 persen. Sedangkan pada tahun 2023 estimasi tingkat kemiskinan ekstrem yang dihitung oleh Satgas data P3KE turun menjadi 0,00 persen.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Gunung Mas mendapatkan apresiasi oleh pemerintah pusat dengan mendapatkan alokasi insentif fiskal kinerja tahun berjalan tahun anggaran 2024 sebesar Rp5.792.131.000.
--page
Sementara itu, Wapres RI Ma'ruf Amin bersyukur dan optimis atas pencapaian target penghapusan kemiskinan ekstrem yang per Maret 2024 telah diangka 0,83 persen dan pada 20 Oktober 2024 angka kemiskinan ekstrem di tanah air akan semakin mendekati 0 persen.
"Kita perlu menjaga agar tren penurunan ini terus berlanjut melalui kolaborasi dan kerja seluruh pemangku kepentingan termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah," tutupnya. (RISKA YULYANA/Y)









