BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Rumah Betang Manggatang Utus yang berlokasi di Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu destinasi wisata yang dapat menjadi pilihan untuk dikunjungi.
Rumah betang ini telah dibuka untuk umum sejak tahun 2019 dan terletak di tepi Jalan Trans Kalimantan, bahkan hanya sekitar 200 meter saja dari tepi Sungai Kapuas Murung.
Mulai Senin, 12 Agustus 2024 lalu, pihak Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kapuas sebagai pengelola, memberlakukan biaya tiket masuk bagi para pengunjung.
Sebagaimana diumumkan melalui akun Instagram @kepariwisataankab.kapuas. Kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Kapuas Nomor 01 Tahun 2024, yang dikeluarkan pada 4 Januari 2024.
Tujuan dari pemberlakuan tiket ini adalah untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan objek wisata agar tetap memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
--page
Harga tiket masuk yang diberlakukan cukup terjangkau, yakni untuk Pelajar/Mahasiswa: Rp 3.000.
Wisatawan Umum (Domestik/Mancanegara): Rp 5.000.
Parkir roda dua: Rp 2.000 dan Parkir roda empat: Rp 4.000.
Rumah Betang Manggatang Utus buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
"Iya, kita ada aja yang jaganya setiap hari," kata Martin salah satu petugas di Rumah Betang ini saat dibincangi wartawan, baru-baru ini.
Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut suasana rindang dengan banyaknya pepohonan di sekitarnya.
Udara sejuk pun terasa ketika memasuki bangunan kayu besar ini, sehingga pengunjung akan merasa nyaman.
Di dalam rumah betang, pengunjung dapat melihat sejumlah hasil kerajinan tangan lokal seperti produk dari getah nyatu, rotan, dan kerajinan khas lainnya.
Rumah ini memiliki panjang 30 meter dan tinggi 13 meter, serta ditopang oleh 57 tiang kayu ulin serta beratap dari bahan kayu. Pembangunannya rampung pada tahun 2013 setelah proses bertahap selama beberapa tahun.
--page
Rumah Betang Manggatang Utus ini merupakan replika rumah betang pada tahun 1806, yang dahulu dihuni oleh 100 kepala keluarga.
Selain mengenal secara langsung rumah betang yang merupakan rumah adat suku Dayak ini, pengunjung juga dapat berswafoto untuk mengabadikan momen.
Selain sebagai tempat wisata, rumah betang ini juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, acara budaya, olahraga, dan berbagai acara lainnya.
Fasilitas yang tersedia meliputi taman, toilet umum, kamar mandi, dapur, dan empat ruang tidur.
Dengan tiket masuk yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati Rumah Betang Manggatang Utus, sekaligus merasakan suasana alami yang ditawarkan oleh lokasi yang asri dan nyaman ini. (DODI/j)









