PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan menerapkan sistem Early Warning System (EWS).

Sistem ini diyakini dapat mendeteksi potensi masalah atau ketidaksesuaian dalam proses penyusunan anggaran, sehingga meningkatkan akurasi, transparansi dan akuntabilitas APBD.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Palangka Raya, Arbert Tombak.

Menurutnya, EWS merupakan langkah strategis dalam meminimalisir kesalahan dan memastikan proses penyusunan APBD berjalan sesuai dengan aturan dan kebutuhan masyarakat.

“Sistem ini sangat baik untuk mendeteksi potensi masalah atau ketidaksesuaian dalam proses penyusunan anggaran. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan akurasi, transparansi, serta akuntabulitas APBD,” katanya, Kamis, 19 September 2024.

EWS bekerja dengan menganalisis data dan informasi terkait dengan proses penyusunan APBD. Sistem ini akan memberikan peringatan dini jika terdapat potensi masalah atau penyimpangan.

Dengan demikian, tim penyusun APBD dapat segera mengambil langkah-langkah korektif untuk mencegah terjadinya kesalahan yang lebih besar.

Pemko Palangka Raya berharap dengan penerapan Early Warning System, APBD yang disusun dapat lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

Hal ini akan berdampak positif bagi masyarakat, karena anggaran yang tepat sasaran dan terkelola dengan baik akan meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di Kota Palangka Raya.

Peningkatan kualitas penyusunan APBD melalui penerapan Early Warning System menunjukkan komitmen Pemko Palangka Raya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. (HENDRI/H)