**Borneonews - Surabaya**, Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, mengungkapkan bahwa komitmen misi dagang provinsi ini mencapai nilai sebesar Rp10,59 triliun. Capaian tersebut diperoleh dari 1.688 transaksi dagang yang berlangsung dari tahun 2019 hingga 2024.
Dalam Forum Bisnis Daerah yang diadakan oleh Kadin Jawa Timur di Surabaya, Bobby menjelaskan bahwa total nilai transaksi tersebut melibatkan 1.620 pelaku usaha. Ia menekankan bahwa misi dagang yang dilakukan dengan berbagai provinsi di Indonesia adalah salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung dunia usaha. Dukungan tersebut diberikan melalui kebijakan dan program strategis.
Bobby menyoroti pentingnya menciptakan sinergi yang efektif antar pihak yang terlibat dalam perdagangan. Untuk mencapai tujuan ini, kolaborasi yang berbasis pada pemahaman mendalam akan kebutuhan masing-masing pihak sangatlah diperlukan. Komitmen untuk saling mendukung pun menjadi bagian integral dari kerjasama ini.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya berfungsi sebagai regulator tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pengusaha. Dalam misi dagang tersebut, pemerintah berperan dalam membuka akses dan peluang, sementara pihak pengusaha bertindak sebagai penggerak yang membawa inovasi, kreativitas, serta produk unggulan ke pasar yang lebih luas.
Di samping misi dagang dalam negeri, Jawa Timur juga berupaya memperluas cakupan perdagangan dengan melaksanakan misi dagang internasional. Selama periode 2022-2023, provinsi ini menjalin misi dagang dengan berbagai negara mitra strategis, termasuk Arab Saudi, Malaysia, Timor Leste, dan Hongkong. Langkah ini diambil untuk memperluas pasar ekspor dan menarik investasi asing ke daerah.
Menghadapi tahun 2024, Bobby menyebutkan bahwa langkah ekspansi pasar internasional akan semakin diperkuat melalui penyelenggaraan *business matching* dengan para *buyer* dari berbagai negara, seperti Malaysia, Jepang, Australia, Tiongkok, Madagascar, dan India. Forum *business matching* ini berfungsi untuk mempertemukan eksportir dengan importir, serta produsen dengan distributor. Melalui pertemuan ini, diharapkan komunikasi dapat berlangsung secara efektif, negosiasi harga dapat dilakukan, dan pembahasan kontrak dagang dapat diolah dengan lebih efisien.
Dengan berbagai upaya baik di dalam maupun luar negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Keterlibatan semua pihak dalam pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama dalam berbagai kegiatan dagang yang dilakukan.
ANTARA
Komitmen Misi Dagang Jawa Timur Capai Rp10,59 Triliun hingga 2024
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Komentar (0)
Memuat komentar…







