JAKARTA –
**Borneonews - Medan, Sumatera Utara**, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap masa depan atlet berprestasi, terutama dalam memastikan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak setelah pensiun dari dunia olahraga. Norman menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers dengan tema "Sumatera Utara Bangga Menjadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 pada tahun 2024," yang berlangsung di Medan. Ia berharap para gubernur serta pemerintah daerah dapat memberikan dukungan dan mengakomodasi atlet-atlet berprestasi di tingkat regional. Lebih lanjut, Ketua KONI ini menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masa depan atlet diatur dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 11 Tahun 2018. Dalam peraturan tersebut, terdapat ketentuan mengenai persyaratan dan mekanisme pemilihan serta penetapan atlet berprestasi menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). "Melalui regulasi ini, para atlet yang berhasil meraih medali emas di SEA Games dan ajang olahraga lainnya berhak menjadi pegawai negeri sipil secara otomatis. Mereka akan ditempatkan sesuai dengan tingkat pendidikan dan latar belakang mereka," ungkap Norman. Dengan adanya regulasi ini, ia berharap pemerintah daerah juga dapat mengeluarkan peraturan serupa untuk memberikan kesempatan yang sama kepada atlet berprestasi, khususnya para peraih medali emas pada PON 21 di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024 mendatang. "Kita perlu memikirkan masa depan atlet yang berprestasi, mengingat karier mereka tidak berlangsung lama. Biasanya, pada usia 30 hingga 34 tahun, atlet sudah berada di luar puncak performanya, dan prestasi mereka cenderung menurun," jelasnya. Norman menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam memastikan kesejahteraan atlet berprestasi. Ia mengingatkan agar semua pihak menghargai dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh para atlet kepada bangsa dan daerah yang mereka wakili. “Masa depan atlet adalah tanggung jawab kita semua. Jangan memanfaatkan mereka saat mereka berhasil. Setelah mereka tidak lagi berstatus sebagai atlet, kita harus menghormati apa yang telah mereka lakukan untuk negara dan daerah,” tegasnya. ANTARA