SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, menekankan pentingnya mencapai integrasi ekonomi domestik, terutama dalam hal perdagangan antarwilayah. Dalam kesempatan yang berlangsung pada Forum Bisnis Daerah yang diselenggarakan oleh Kadin Jawa Timur, Moga menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan sedang melaksanakan berbagai upaya untuk mendukung pendekatan perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah. Moga menambahkan bahwa sejumlah kebijakan yang berfokus pada perdagangan dalam negeri bakal diarahkan untuk menciptakan integrasi antara *supply* dan *demand* di setiap daerah. Ini termasuk melakukan promosi serta misi dagang dan juga meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah. Lebih lanjut, dia menggarisbawahi pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menstabilkan harga pangan di antar daerah. Optimalisasi pemanfaatan sarana perdagangan dan adaptasi teknologi *e-commerce* dianggap krusial bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing mereka di pasaran. Di sisi lain, Moga juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam sektor perdagangan, khususnya dalam hal stabilisasi harga barang kebutuhan pokok. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah masih adanya disparitas harga barang kebutuhan pokok yang cukup tinggi di antara berbagai wilayah di Indonesia. Untuk itu, langkah alternatif yang bisa ditempuh adalah memperkuat hubungan ekonomi antara daerah, terutama antara pusat produksi dan pusat konsumsi. Moga menekankan perlunya kerjasama yang lebih erat antara pemerintah daerah sebagai fasilitator dan pelaku usaha sebagai *offtaker* dalam meningkatkan keterkaitan tersebut. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, nilai total transaksi perdagangan antarwilayah di Indonesia untuk tahun 2022 mencapai angka Rp1.621,51 triliun. Dari total transaksi ini, sekitar 88,69 persen menggunakan moda transportasi darat, sementara 2,73 persen menggunakan transportasi udara, dan 6,58 persen menggunakan transportasi air. ANTARA