**Borneonews - Jambi**, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah mengadakan suatu pertemuan yang melibatkan ratusan alumni di Provinsi Jambi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan adanya dampak positif dari program yang telah berjalan.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Kamis, Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem Prakerja, Dwina M. Putri, menyatakan bahwa sebelum acara temu alumni, pihaknya telah mengadakan diskusi dengan para alumni. Diskusi ini bertujuan untuk mendapatkan *insight* mengenai dampak positif dari program Prakerja serta mengetahui kebutuhan yang dapat mendukung tenaga kerja di Jambi.
Dwina menjelaskan bahwa kegiatan temu alumni ini juga menjalin kemitraan dengan beberapa komunitas di Jambi. Hal ini dilakukan agar para alumni dapat mengenal komunitas-komunitas tersebut dan diharapkan akan terbuka peluang kolaborasi yang lebih banyak antara Prakerja dan komunitas lokal.
Selama acara, Tim Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mendengarkan berbagai cerita dan pengalaman dari para alumni yang telah mengalami transformasi positif dalam hidup mereka setelah mengikuti program pelatihan Prakerja. Selain itu, kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi diharapkan dapat semakin meningkatkan relevansi program ini dengan kebutuhan angkatan kerja di daerah.
Saat ini, tercatat lebih dari 360 ribu alumni Prakerja yang telah mengikuti program pelatihan serta mendapatkan insentif. Dwina juga memaparkan bahwa berdasarkan data yang ada, 12 persen dari alumni Prakerja di Jambi yang sebelumnya menganggur kini telah berhasil mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, ada pula 12 persen alumni yang beralih dari status pengangguran menjadi wirausaha setelah menyelesaikan pelatihan.
Ke depannya, Program Kartu Prakerja berencana untuk mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Salah satu tujuan utamanya adalah mendukung visi Indonesia Emas 2024 dengan menyesuaikan keterampilan angkatan kerja agar lebih relevan dengan tuntutan di pasar kerja. Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan akan ada pelatihan *luring* di Provinsi Jambi di masa depan.
Tim Manajemen juga membuka peluang bagi lembaga-lembaga pelatihan yang memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pelatihan *luring* untuk bergabung dalam ekosistem Prakerja di Jambi. Neil Efryano Prayoga, Direktur Hukum, Umum, dan Keuangan Prakerja, menyatakan bahwa masukan dari alumni akan ditindaklanjuti untuk meningkatkan kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
Salah satu cerita inspiratif datang dari Hujaipah, seorang alumni yang mendaftar pada gelombang 27. Ia mengikuti pelatihan *baking* dan menggunakan insentif yang diperoleh untuk membeli pelatihan lebih lanjut mengenai pembuatan donat. Kini, Hujaipah telah membuka satu outlet donat di Kota Jambi dan sudah mempekerjakan karyawan.
Hujaipah berbagi pengalamannya, "Saya merasakan sekali dampak positif dari Prakerja. Saya belajar membuat donat dengan pelatihan yang biayanya berasal dari insentif Prakerja." Pengalaman positif serupa diharapkan bisa terulang untuk alumni lainnya di Jambi, mendorong mereka untuk memanfaatkan peluang yang ada melalui program Prakerja.
ANTARA
Dampak Positif Program Prakerja bagi Alumni di Jambi
Bagikan:

JAMBI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Karhutla Hebat Kepung Jalan Pintas Sambangan Tanah Laut
Bunda FAD Seruyan Sampaikan 3 Pesan Penting untuk Cegah Bullying
Aksi Penyelundupan Kayu hasil Pembalakan Liar di Gagalkan TNI AL
Sebulan Tak Pulang, Pemuda di Jalan Mawar Kapuas Dilaporkan Hilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







