BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Universitas Padjadjaran menganggap kuliah umum yang disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa, khususnya bagi mereka yang mendalami bidang kenotariatan. Kuliah ini diadakan pada hari Kamis dan membahas bagaimana teknologi yang semakin berkembang memengaruhi berbagai aspek dalam masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Plt Rektor Unpad, Arief Kartasasmita, menjelaskan bahwa reformasi teknologi digital yang telah diterapkan di Kementerian ATR/BPN telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat kini lebih mudah, lebih cepat, dan lebih pasti dalam memperoleh kepastian hukum terkait pertanahan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah menyebabkan disrupsi yang cukup besar, sehingga penting untuk berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai masalah ini. Arief menekankan bahwa kuliah umum ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendengarkan langsung dari seseorang yang memiliki otoritas dalam pengambilan kebijakan di bidang pertanahan. Ia menyatakan, "Mahasiswa kami perlu memahami bahwa teori-teori yang diajarkan tidak hanya berhenti pada apa yang dibaca di buku, tetapi juga bagaimana penerapan kebijakan tersebut dilakukan di lapangan." Ia percaya bahwa acara ini akan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi akademisi, dosen, peneliti di Unpad, serta para praktisi kenotariatan. Mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Lebih lanjut, Arief menekankan bahwa masalah pertanahan melibatkan lebih dari sekadar aspek hukum formal. Terdapat dimensi sosial dan politik yang perlu diperhatikan bersama. Ia berharap apa yang diperoleh dari seminar ini dapat menjadi dasar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan di kampus, sehingga Unpad dapat berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih baik. Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Alumni Kenotariatan (IKANO) Unpad, Ranti Fauza Mayana, menjelaskan bahwa kuliah umum ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Fakultas Hukum Unpad yang ke-67. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara IKANO, Departemen Litra, MKN Unpad, dan Fakultas Hukum Unpad, di mana sekitar seribu peserta hadir. Ranti berharap bahwa transformasi ke arah digitalisasi yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN dapat berjalan lebih baik, terutama menjelang Indonesia Emas 2024. Ia menekankan kehadiran berbagai elemen, termasuk mahasiswa, akademisi, pengusaha, dan lembaga keuangan dalam acara ini. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, Harpendi Harahap, juga memberikan apresiasi terhadap kuliah umum yang disampaikan oleh Menteri AHY. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya mengingat tantangan yang dihadapi oleh dunia kenotariatan saat ini. “Ini adalah masa di mana perubahan terkait digitalisasi pelayanan pertanahan terjadi dengan sangat cepat,” ujarnya. Dalam kuliah umum yang bertajuk *Transformasi Digital Tata Kelola Pertanahan Dalam Menyongsong Indonesia Emas*, AHY menyampaikan berbagai isu terkini yang berkaitan dengan populasi, iklim, politik, ekonomi, serta disrupsi teknologi yang menjadi tantangan tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia secara keseluruhan. AHY menjelaskan adanya strategi global yang berupa Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yang diadopsi Indonesia pada tahun 2015 dengan harapan dapat membawa bangsa ini meraih keemasan pada tahun 2045 dengan memanfaatkan bonus demografi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan semua pihak, termasuk akademisi, generasi muda, kampus Unpad, serta Kementerian ATR/BPN menjadi sangat penting dalam mendukung berbagai program seperti reforma agraria, PTSL, sertifikat elektronik, redistribusi tanah, serta upaya pemberantasan praktik mafia tanah. ANTARA