**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa potensi bonus demografi Indonesia, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an, harus seiring dengan peningkatan jumlah lapangan kerja.
"Saat ini, fokus kita harus menyasar pada pasar kerja. Dalam waktu dekat, akan ada lebih banyak orang dibandingkan dengan jumlah pekerjaan yang tersedia. Kita harus menghindari fenomena ini," ujarnya saat membuka Kongres Asosiasi Sarjana Ekonomi Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Kamis.
Dalam pandangannya, bonus demografi ini bisa menjadi kekuatan sekaligus beban bagi negara. "Ini merupakan tantangan terbesar bagi kita untuk menuju status negara berkembang. Bonus demografi ini memerlukan banyak kesempatan kerja. Sebenarnya, kita dihadapkan pada tantangan berat untuk menciptakan pekerjaan, seperti yang dialami oleh negara lain," jelas Jokowi dengan tegas.
Salah satu tantangan utama, menurut Jokowi, adalah pelambatan ekonomi global. "Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,7 persen, dan diperkirakan tumbuh 2,6 persen pada tahun ini. Ini jauh dari harapan kita," ungkapnya.
Dengan demikian, dia merasa bersyukur bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan dapat mencapai 5,1 persen pada tahun 2024. "Mampu bertumbuh sekitar 5,1 persen adalah pencapaian yang cukup baik," tambahnya.
Tantangan selanjutnya menyangkut peningkatan sistem automasi di sektor-sektor kerja. "Dari automasi mekanis, saat ini kita beralih ke *artificial intelligence* (AI) dan automasi analitik. Pada tahun 2025, diperkirakan sebanyak 85 juta pekerjaan akan hilang. Oleh karena itu, kita dituntut untuk membuka peluang kerja karena adanya peningkatan automasi di berbagai sektor," imbuhnya.
Jokowi juga menyoroti tantangan ketiga yang berkaitan dengan ekonomi gig. "Kita perlu berhati-hati dengan ekonomi gig. Jika tidak dikelola dengan baik, ini akan menjadi tren di mana perusahaan lebih memilih pekerja independen atau kontrak jangka pendek untuk mengurangi risiko ketidakpastian global. Tren tersebut sedang menuju arah itu," katanya sebagai peringatan.
ANTARA
Presiden Jokowi Serukan Perluasan Lapangan Kerja Menyongsong Bonus Demografi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







