**Borneonews - Rangkasbitung**, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lebak terus berkomitmen untuk mengoptimalkan distribusi air bersih kepada pelanggan selama 24 jam. Meski sering kali menghadapi berbagai gangguan, pihak PDAM berusaha keras untuk menjaga kualitas pelayanan.
Dalam pernyataannya, Pelaksana Harian PDAM Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak, Khoirul Umam, menegaskan pentingnya pelayanan yang prima bagi pelanggan. "Kami selalu mengutamakan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan," ujar Khoirul di Rangkasbitung.
Saat ini, PDAM telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan, terutama di area Rangkasbitung dan sekitarnya. Masyarakat tentu mengharapkan layanan yang optimal, dan ketika layanan tidak memadai, keluhan dari pelanggan hampir pasti akan muncul.
Oleh karena itu, setiap harinya, petugas PDAM melakukan pemantauan yang intensif terhadap infrastruktur, mulai dari mesin pompa hingga jaringan pipa distribusi, demi kelancaran aliran air bersih. Namun, tidak jarang, peralatan seperti pompa produksi mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh pengoperasian yang terus-menerus selama 24 jam.
Di samping itu, jaringan pipa juga kerap menghadapi masalah seperti kebocoran, yang tak jarang disebabkan oleh alat berat yang digunakan dalam perbaikan jalan oleh Dinas PUPR dan PLN. Beban kendaraan berat yang melintas di atas pipa PDAM juga berkontribusi pada kerusakan tersebut.
Sejalan dengan itu, petugas PDAM berupaya dengan cepat untuk memperbaiki setiap kerusakan atau kebocoran yang terjadi pada infrastrukturnya, sehingga layanan kepada pelanggan tetap dapat diberikan dengan baik, setiap saat.
Khoirul menjelaskan bahwa banyak infrastruktur PDAM yang sudah berusia tua, sehingga rentan terhadap kerusakan. Dengan debit air yang tercatat sebesar 6,2 juta kubik, PDAM mampu melayani sekitar 32 ribu pelanggan secara kontinu.
Namun, PDAM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menghadapi dilema serius terkait penyesuaian tarif. Hingga saat ini, tarif air bersih PDAM Lebak, yang ditetapkan sebesar Rp4.000 per kubik, menjadi yang terendah di antara PDAM lainnya di Banten. Sementara harga patokan pemerintah (HPP) untuk air bersih di kawasan tersebut mencapai Rp6.000 per kubik.
Dampak dari tarif yang rendah ini membuat PDAM Lebak kesulitan untuk mencapai keuntungan, terutama karena banyaknya pelanggan yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dari total 32 ribu pelanggan, diperkirakan sekitar 40 persen mengalami tunggakan, dengan total utang mencapai Rp20 miliar.
Biaya produksi air bersih, yang mencakup pengeluaran untuk listrik, bahan kimia, dan proses penyulingan, bisa mencapai Rp2,4 miliar setiap tahunnya. Khoirul menekankan bahwa keputusan untuk menaikkan tarif sepenuhnya berada di tangan Bupati Lebak, sebagai pengelola perusahaan daerah tersebut.
ANTARA
Optimalkan Distribusi Air Bersih, PDAM Lebak Hadapi Tantangan
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Armada Logistik Mulai Beralih ke Listrik, DHL Tambah 30 Mobil EV
Dua Kasus Lakalantas Terjadi saat Kabut Asap Tebal di Sampit, Dua Orang Tewas
16.387 Personel Karhutla di Kalteng Dapat Jaminan Layanan Kesehatan Gratis
Maignan Dikartu Merah, AC Milan Dihajar Bournemouth 3-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







