JAKARTA –
**Borneonews - Bali**, PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya mengajak para petani di Jawa Timur untuk memaksimalkan penyerapan pupuk bersubsidi menjelang akhir tahun 2024. Langkah ini diambil sebagai dukungan dalam musim tanam serta untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik di tingkat nasional. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa perusahaan tersebut bersama dengan Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, telah sepakat untuk fokus pada peningkatan produktivitas sektor pertanian. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara akan impor dalam bidang pertanian. Ada dua strategi utama yang dijalankan untuk mencapai peningkatan produktivitas padi nasional. Strategi pertama adalah memastikan bahwa kebutuhan pupuk para petani dapat terpenuhi, sedangkan yang kedua adalah memperbaiki sistem pengairan yang ada. Rahmad menjelaskan bahwa pada awal tahun 2024, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Jika tidak ada penambahan ini, para petani dipastikan sudah tidak dapat menebus pupuk bersubsidi lagi, mengingat penyerapan saat ini telah mencapai 5 juta ton. Alokasi baru yang diberikan juga termasuk bagi petani di Jawa Timur, yang meningkat dari alokasi awal sebesar 963.847 ton menjadi 1.920.074 ton. Ini menunjukkan peningkatan yang hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Alokasi terbaru terdiri dari berbagai jenis pupuk, seperti pupuk Urea bersubsidi sebanyak 981.730 ton, NPK Phonska sebanyak 832.370 ton, dan NPK Kakao sebesar 986 ton. Selain itu, pemerintah juga telah mengalokasikan pupuk organik sebanyak 104.988 ton. Sampai dengan 16 September 2024, penyerapan pupuk bersubsidi di Jawa Timur telah mencapai 1.024.346 ton, yang menyumbang 53 persen dari alokasi tahun 2024. Rincian penyerapan tersebut meliputi Urea sebesar 571.692 ton atau sekitar 58 persen dari alokasi, NPK sebesar 450.150 ton atau 54 persen, NPK Kakao sebesar 137 ton atau 14 persen, dan pupuk organik sebanyak 2.366 ton yakni 2 persen dari total alokasi. Untuk merangsang penyerapan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok di berbagai daerah di Indonesia. Mereka melaksanakan kunjungan pemantauan di sejumlah daerah untuk menilai kondisi ketersediaan pupuk yang ada di lapangan. Salah satu lokasi yang dikunjungi di Jawa Timur adalah beberapa gudang dan kios di Ngawi, di mana juga dilaksanakan program "Pupuk Indonesia Menyapa" setelah pertemuan petani di Madiun. Menjelang musim tanam, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 183.099 ton yang kini berada di Gudang Lini II dan Lini III. Stok ini mencatat jumlah 195 persen dari ketentuan minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebanyak 93.704 ton. Komposisi stok tersebut terdiri dari pupuk Urea sebanyak 57.471 ton, NPK sebanyak 125.531 ton, NPK Kakao sebanyak 97 ton, dan pupuk organik sebanyak 4.052 ton. Rahmad juga menambahkan bahwa proses penebusan pupuk kini semakin dipermudah dengan pengenalan *iPubers* di semua kios. Ia meminta kepada petani untuk tidak ragu melaporkan kendala yang terjadi saat melakukan penebusan melalui sistem tersebut. Demi kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di Jawa Timur, Pupuk Indonesia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk 188 distributor, 67 Gudang Lini III yang tersebar di kabupaten/kota, 5.905 kios atau pengecer, serta 64 petugas lapangan yang bertugas memastikan bahwa penyaluran pupuk berlangsung sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. ANTARA