JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Timur**, Seorang pengendara motor mengalami incident yang tidak biasa ketika terkena peluru yang diduga "kesasar". Peristiwa ini terjadi di Jalan Kampung Baru 1, Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada hari Kamis pagi. Korban, yang bernama Yenti, seorang wanita, mendapati dirinya terluka di bagian pelipis kiri akibat terkena tembakan yang tidak diarahkan tersebut. Kesaksian salah satu warga, Yadi, menjelaskan bahwa insiden itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, saat Yenti sedang parkir dan bersiap untuk turun dari motornya. Yadi mengungkapkan, "Saat dia mau menstandarkan motornya, tiba-tiba dia berteriak 'aduh'. Korban terkena tembakan di pelipis kiri dan menyebut bahwa peluru tersebut 'kesasar'." Di samping itu, dilaporkan juga bahwa sebuah rumah warga mengalami kerusakan akibat tembakan peluru, yang menyebabkan kaca rumah tersebut pecah. Dua proyektil peluru ditemukan di lokasi insiden, dan diduga kuat berasal dari senjata api. Meskipun demikian, Yadi mengungkapkan bahwa dia tidak mendengar suara tembakan secara langsung. Sebagai gantinya, dia hanya mendengar suara benturan di atas atap rumah. "Saya tidak mendengar letusan, tetapi terdengar suara 'pletang' di genteng. Namun, menurut pak RT, ada suara letusan senjata api," ungkapnya. Segera setelah kejadian, Yenti dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Kapolsek Ciracas, Kompol Agung Andriyansyah, mengonfirmasi bahwa Yenti mengalami luka di pelipis kiri dan beberapa kerusakan yang terjadi akibat peluru. "Saat ini, kami masih menyelidiki asal usul proyektil tersebut," ujarnya. Agung menjelaskan bahwa di lokasi kejadian, khususnya di tempat yang kacanya pecah, satu proyektil tajam sebesar dua sentimeter (cm) telah diamankan untuk keperluan uji balistik. Berdasarkan keterangan warga, terdengar suara tembakan sebanyak 4 hingga 5 kali. "Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung, terutama karena tidak terdapat lokasi tembak di area tersebut," tambahnya. ANTARA