**Borneonews - Surakarta**, Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur, digitalisasi, dan hilirisasi merupakan elemen penting yang mampu memberikan basis yang kuat bagi perekonomian Indonesia.
Dalam kesempatan menyampaikan pandangannya di Kongres ISEI XXII 2024 yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, Perry menegaskan bahwa arahan Presiden Joko Widodo mengedepankan beberapa aspek penting, termasuk pembangunan infrastruktur, hilirisasi, digitalisasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, fondasi bagi perekonomian menjadi lebih kokoh, sementara sisi penawaran juga mengalami perkembangan yang signifikan.
Perry memberikan contoh konkret mengenai pembangunan infrastruktur dengan adanya jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Solo. Ia menyebutkan bahwa melalui proyek ini, waktu perjalanan telah berkurang drastis dari 12 jam menjadi sekitar 5 hingga 7 jam. Transformasi infrastruktur seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ekonomi di daerah-daerah yang terhubung.
Kaitannya dengan hilirisasi, Perry menjelaskan bahwa proses ini memungkinkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk yang memiliki nilai tambah. Selain itu, hilirisasi juga berkontribusi positif terhadap penyerapana tenaga kerja serta menarik investasi asing ke dalam negeri. Saat ini, Indonesia aktif dalam mendorong hilirisasi untuk produk nikel. ISEI merekomendasikan agar pemerintah juga mempertimbangkan perluasan hilirisasi dalam sektor pangan di masa mendatang.
Di sisi lain, digitalisasi diakui seperti sebuah pilar yang sangat penting dalam proses transformasi ekonomi. Dalam pandangannya, digitalisasi telah terbukti sebagai faktor penyelamat bagi Indonesia selama pandemi COVID-19. Menurut Perry, penerimaan masyarakat terhadap teknologi digital pascapandemi semakin luas.
Bank Indonesia (BI) sendiri telah berupaya untuk meningkatkan penggunaan *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS). Berdasarkan data terkini, transaksi menggunakan QRIS mengalami pertumbuhan yang impresif sebesar 217,33 persen (year-on-year/yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta serta jumlah *merchant* mencapai 33,77 juta.
Lebih jauh, BI juga mendorong pemanfaatan QRIS untuk transaksi lintas negara dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Perry menegaskan bahwa prestasi-prestasi ini dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan kekuatan ketahanan ekonomi Indonesia, yang seharusnya menjadi landasan bagi upaya terus menerus menuju visi Indonesia Emas 2045.
ANTARA
Pembangunan Infrastruktur dan Hilirisasi Dukung Ekonomi Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Bayern Muenchen Dilarikan ke Rumah Sakit
Dinas Perikanan Seruyan Gencarkan GEMARIKAN Cegah Stunting
Bujang Dara Lamandau 2026 Diminta Promosikan Wisata Daerah
Memahami El Nino: Mengapa Suhu Laut Pasifik Memanas, tetapi Indonesia Bisa Mengalami Kekeringan?
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…







