YOGYAKARTA –
**Borneonews - Sleman**, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menggelar Lomba Paduan Suara untuk Kelompok Wanita Tani. Acara ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada hari Kamis, dan merupakan bagian dari Piala Bupati Sleman Tahun 2024. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat sinergi antar anggota kelompok, mempererat tali persaudaraan, serta meningkatkan peran wanita tani dalam upaya pengembangan serta pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sleman. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan wadah bagi wanita tani untuk berekspresi dan menunjukkan bakat mereka dalam bidang seni. Lomba ini diikuti oleh 17 tim paduan suara yang berasal dari 134 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di 17 kapanewon atau kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman. Setiap tim terdiri dari 15 peserta, termasuk seorang dirigen. Dalam lomba ini, peserta menyanyikan lagu-lagu yang telah ditentukan, termasuk lagu wajib yakni *Mars KWT Kabupaten Sleman*, serta tiga lagu pilihan, yaitu *Ilir-Ilir*, *Gundul-gundul Pacul*, dan *Cublak-cublak Suweng*. Juri yang menilai lomba terdiri dari Naning Widayati, Menuk Sayekti, dan Celestia Eskardita Intan Paulina. Kriteria penilaian meliputi produksi suara, penghayatan, serta penampilan tim. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi dan kerja keras seluruh peserta. Ia mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme KWT Sleman dalam menyemarakkan acara lomba paduan suara ini. Menurutnya, semua kelompok peserta menunjukkan semangat yang luar biasa, dan penampilan mereka semakin menarik dengan riasan wajah dan kostum yang serasi. "Semua peserta tampil sangat baik. Wanita tani di Sleman benar-benar hebat, tidak hanya dalam mengelola pertanian tetapi juga dalam seni yang mereka tunjukkan," tambahnya. Bupati berharap agar kegiatan semacam ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga dapat menciptakan kenangan yang indah dan mempererat hubungan di antara para anggota kelompok wanita tani. Adapun untuk hasil lomba, KWT Kapanewon Mlati menempati posisi kelima dan berhak atas uang pembinaan sebesar Rp2.000.000. Disusul oleh KWT Kapanewon Pakem yang meraih juara keempat dengan hadiah Rp3.000.000. KWT Kapanewon Gamping berhasil meraih juara ketiga dengan uang pembinaan sebesar Rp4.000.000. Juara kedua diraih oleh KWT Kapanewon Depok yang mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5.000.000. Sementara itu, penghargaan tertinggi, yakni juara pertama, jatuh kepada KWT Kapanewon Kalasan yang mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp6.000.000. Penyerahan hadiah, yang terdiri dari sertifikat, trofi, dan uang pembinaan, dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada para pemenang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua peserta untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam bidang pertanian maupun seni. ANTARA