JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Peboling Sumatera Utara, Aldila Indryati, meraih sukses luar biasa dengan memenangkan tiga medali emas pada pekan olahraga nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Kesuksesan tersebut merupakan buah dari perjuangan yang dilakukan selama enam bulan, di mana Aldila harus terpisah sementara waktu dari suaminya. Suaminya, TB Fachri Ibnu Askar, juga seorang pebong, yang bergabung dengan tim Jawa Timur untuk event PON kali ini. Kondisi ini mengharuskan keduanya untuk mengikuti latihan di lokasi yang berbeda, Aldila berlatih di Medan sementara Fachri di Jakarta. "Kami terpaksa berpisah sementara, dia latihan di Jakarta, sedangkan saya di Medan bersama anak kami," ungkap Aldila usai pertandingan di GOR Bowling Hj Rayati Syafrin, Deli Serdang, pada hari Kamis. Aldila berhasil meraih emas di nomor master putri, yang merupakan gelar ketiganya di ajang PON ini setelah sebelumnya juga menyabet emas dalam nomor ganda putri dan all-event. Prestasi yang diraihnya tidak hanya menambah koleksi medali pribadi tetapi juga berkontribusi terhadap prestasi Provinsi Sumut yang menjadi juara umum di cabang olahraga boling. Provinsi Sumut mendapatkan tambahan emas lainnya dari tim putra, yang berhasil menjuarai nomor tim-4, dipimpin oleh Oscar dan rekan-rekannya. Aldila merasa bersyukur karena target tim sudah terlampaui, di mana mereka diharapkan meraih minimal tiga medali emas, namun kenyataannya mencapai total empat medali emas. “Alhamdulillah, Sumut juara umum. Kami ditargetkan minimal tiga emas, jadi bersyukur bisa mendapatkan empat, melampaui target yang ditentukan," tuturnya. Ia meyakini, pencapaian yang lebih dari sekadar batas target tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh pemain di tim selama enam bulan terakhir. Dalam pertandingan final melawan Tannya Roumimper dari Jawa Timur, Aldila merasakan sedikit gugup, bahkan tangannya sempat bergetar saat bertanding. Namun, ia berhasil mengatasi ketegangan tersebut dan meraih kemenangan. Aldila sebelumnya juga telah berhasil meraih medali emas di ajang PON XIX 2016 di nomor yang sama. “Saya pertama kali mendapatkan emas di PON XIX Jabar di nomor master. Sesungguhnya saat itu saya tidak diunggulkan, justru diunggulkan di ganda campuran, tetapi alhamdulillah, rezeki datang di master,” tambahnya. Di final nomor master putri PON XXI, Aldila mencetak poin 213 dan 247 pada masing-masing gim pertama dan kedua. Keduanya membuatnya keluar sebagai pemenang dengan dua gim berturut-turut melalui format pertandingan *best of three*. Sementara itu, Tannya Roumimper yang merupakan lawannya hanya berhasil memperoleh poin 191 dan 203 di gim yang dimainkan. Medali perunggu jatuh ke tangan Sharon Limansantoso dan Shinta Ceysaria Yunita dari Jawa Timur. ANTARA