JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dijadwalkan akan memimpin upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, pada hari Kamis. Dalam keterangan kepada para wartawan saat pertandingan *jiu-jitsu* yang berlangsung di Pusat Olahraga Sumatera Utara, Norman mengungkapkan bahwa upacara penutupan untuk PON ke-21 ini akan menjadi momen yang berbeda dari tradisi sebelumnya. Norman menjelaskan, “Pada edisi-edisi PON sebelumnya, presiden yang membuka acara, sedangkan wakil presiden menutupnya. Namun, pada tahun ini, wakil presiden, Ma'ruf Amin, tidak dapat hadir dalam upacara tersebut. Oleh karena itu, presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk mendelegasikan tugas penutupan kepada Menteri Effendy." Upacara penutupan PON yang pertama kali diselenggarakan secara bersama oleh dua provinsi ini akan berlangsung di Pusat Olahraga Sumatera Utara pada hari Jumat, 20 September 2024 malam. Norman menekankan bahwa partisipasi dalam PON kali ini mencakup kontingen dari seluruh 38 provinsi di Indonesia, bahkan termasuk ibu kota masa depan Nusantara. Hal ini mencerminkan komitmen yang kuat terhadap inklusivitas nasional. Dia mengajak masyarakat untuk bergabung dalam upacara penutupan dengan semangat yang tinggi, menyatakan bahwa acara tersebut akan disiarkan secara langsung di televisi nasional agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas. Pernyataan lebih lanjut dari Norman menyebutkan bahwa PON ke-21 telah menyaksikan penampilan luar biasa dari para atlet yang memperjuangkan nama provinsi mereka. Dia meyakini bahwa banyak dari atlet tersebut akan menjadi bintang olahraga nasional di masa depan. Dengan pemikiran ini, dia mengharapkan bahwa upacara penutupan yang akan datang dapat mengobarkan kembali rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bangsa yang besar ini. “Marilah kita membuat Indonesia bangga dalam upacara besok, karena PON dapat melahirkan bakat olahraga masa depan kita,” katanya. ANTARA