JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Psikolog Klinis yang mengkhususkan diri dalam anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, memberikan sejumlah saran penting bagi orangtua dalam upaya mencegah anak-anak mereka menjadi korban perundungan. Kiat-kiat ini dapat diterapkan dalam praktik pengasuhan sehari-hari. Menurut Vera, salah satu keterampilan yang perlu diajarkan kepada anak adalah asertif. Ini meliputi kemampuan untuk mengungkapkan perasaan, keinginan, dan pemikiran mereka dengan jelas dan penuh etika. Vera menekankan pentingnya menerapkan pengasuhan yang bersifat demokratis, di mana anak-anak merasa terdorong untuk menyampaikan pendapat mereka. Dengan pendekatan ini, anak akan merasa lebih kuat dan lebih siap menghadapi berbagai situasi berisiko, termasuk ancaman perundungan. Kemampuan asertif memungkinkan anak untuk menanggapi perilaku agresif dari teman sebaya dengan lebih baik. Misalnya, mereka dapat belajar untuk menetapkan batasan yang jelas atau tidak ragu untuk meminta bantuan ketika diperlukan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan mereka menjadi korban perundungan. Selain itu, Vera merekomendasikan agar orangtua mengajarkan anak bagaimana cara membela diri dan mencontohkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mengembangkan kelebihan dan bakat anak juga sangat penting, agar mereka mampu tampil dengan percaya diri. Kepercayaan diri dan kemampuan sosial ini bisa menjadi strategi efektif untuk menghindari situasi perundungan. Vera juga menekankan perlunya menciptakan suasana keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Suasana yang harmonis di dalam rumah telah terbukti membawa dampak positif terhadap perkembangan anak, termasuk dari segi psikologis. Ia menjelaskan, “Penuhi hidup anak dengan cinta di rumah, sehingga anak tidak mudah merasa direndahkan oleh pelaku perundungan.” Dari data yang dikeluarkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat pada awal 2024 terdapat 141 kasus kekerasan terhadap anak. Dari angka tersebut, 35 persen diantaranya terjadi di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan. Selain itu, tercatat pula bahwa sepanjang awal tahun 2024, sebanyak 46 kasus anak mengakhiri hidupnya. Dari total tersebut, 48 persen kejadian terjadi di lingkungan pendidikan, dengan anak-anak masih mengenakan seragam sekolah pada saat kejadian. Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan dan pendidikan yang tepat sangatlah penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh dengan aman dan percaya diri, serta terhindar dari pengalaman buruk akibat perundungan. ANTARA