JAKARTA –
**Borneonews - Pematang Siantar**, Petinju putri asal Kalimantan Selatan, Aldriani Beatrichx Sugoro, menunjukkan bahwa usia hanyalah angka dengan berhasil meraih medali emas di kelas 50-52kg pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2024 yang dihelat di Aceh-Sumatera Utara. Dalam pertandingan final yang berlangsung di Auditorium Universitas HKBP Nommensen, Pematang Siantar, pada hari Kamis, petinju berusia 30 tahun ini berhasil mengalahkan perwakilan dari Jawa Barat, Ayu Pramustika, dengan skor mutlak 5-0. Usai pertandingan, Aldriani menyampaikan bahwa medali yang diraihnya dipersembahkan untuk adik-adiknya, mengingat orang tuanya sudah tiada. Aldriani adalah seorang petinju senior yang sudah dikenal luas di Indonesia dan sering menjadi andalan dalam berbagai kompetisi internasional. Dia mencatatkan prestasi sebelumnya dengan meraih medali perak dalam kelas 45-48kg pada *SEA Games* 2013 di Myanmar. Selain itu, di PON, Aldriani juga dikenal sebagai petinju yang konsisten meraih medali, termasuk menjadi juara di kelas 51kg sebelum PON 2024. Di PON kali ini, dia menyadari bahwa lawan-lawannya yang lebih muda memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan kekuatan pukulan. Oleh karena itu, Aldriani mengakui bahwa persiapannya sangat matang sebelum mengikuti ajang olahraga bergengsi ini. Ia menyatakan, "Persiapan cukup lama karena saya tahu lawan yang saya hadapi lebih muda. Jadi saya berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin." Meskipun usia tidak lagi muda, Aldriani tetap memiliki semangat untuk melanjutkan karier di dunia tinju yang telah membawanya pada banyak prestasi. Dia bahkan berharap dapat tampil kembali di PON 2028 jika kesempatan tersebut terbuka. Selain Aldriani, dalam jajaran petinju putri, Merlin Tomatala dari Papua Barat juga berhasil merebut medali emas di kelas 45-48kg setelah mengalahkan wakil Nusa Tenggara Barat, Endang, dengan skor 3-2. Petinju dari Sulawesi Tengah, Israellah B. Saweho, juga menunjukkan performa yang mengesankan di kelas 48-58kg, meraih medali emas setelah wasit menyatakan lawannya, Zalza Nabila Amoragam dari Sumatera Utara, tidak dapat melanjutkan pertandingan. Selain itu, Novita Sinadia dari Jakarta juga memastikan kemenangan di kelas 52-54kg putri dengan mengalahkan petinju Jawa Barat, Alfianita Kartika Manopo, dengan skor 5-0. Secara keseluruhan, final tinju PON mempertandingkan 20 pertandingan, terdiri dari sembilan kategori putri dan sebelas kategori putra. Hingga berita ini diturunkan, beberapa pertandingan masih berlangsung dengan ketat. ANTARA