SEMARANG –
**Borneonews - Demak,** Pemerintah Kabupaten Demak, yang terletak di Jawa Tengah, mengambil langkah proaktif dengan memberikan bantuan berupa sapi bunting serta kandang kepada sepuluh kelompok tani. Bantuan ini ditujukan untuk tiga kecamatan yang dikenal sebagai penghasil tembakau, yakni Kecamatan Karangawen, Mranggen, dan Guntur. Pada acara penyerahan bantuan yang berlangsung di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Bupati Demak, Eisti’ianah, menjelaskan bahwa program ini juga mencakup pemberian alat pencacah. Alat tersebut bertujuan untuk menunjang pembuatan pupuk organik, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani setempat. Bupati Eisti’ianah menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan ini berasal dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT). Setiap kelompok tani akan menerima bantuan senilai lebih dari Rp300 juta. Ini mencakup satu ekor sapi, kandang ternak, rumah kompos, serta alat pencacah untuk bahan pupuk kompos. Daerah yang mendapatkan dukungan ini dipilih berdasarkan kriteria sebagai kawasan penghasil tembakau, sesuai dengan regulasi DBHCHT yang menyentuh bidang peternakan, pertanian, kesehatan, dan pendidikan. Dalam sambutannya, bupati juga mengingatkan penerima bantuan untuk mengelola dengan baik hewan ternak yang diberikan. Melalui pengelolaan yang baik, ia berharap sapi-sapi tersebut dapat beranak pinak dalam waktu dekat. “Jika setiap tahun bisa melahirkan, maka jumlah ternak akan bertambah, dengan satu ekor baru setiap tahunnya,” ungkap Eisti’ianah. Dalam upaya memastikan bantuan yang diberikan dikelola secara optimal, Pemkab Demak meminta dukungan dari aparat penegak hukum (APH). Pendampingan ini penting untuk memastikan bahwa sapi dan kandang dirawat dengan baik dan tidak ada unit yang dijual. Dengan adanya bantuan ternak sapi, kandang, dan alat pencacah bahan, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, diharapkan juga dapat menekan angka pengangguran di daerah tersebut. ANTARA