BENGKULU –
**Borneonews - Rejang Lebong**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini sedang berupaya untuk mendirikan Posko Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) di wilayahnya. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penanganan bencana di daerah tersebut. Pranoto Majid, Asisten Bidang Tata Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, menyampaikan bahwa pemkab telah mengajukan permohonan pendirian Posko Basarnas, dan proposal tersebut telah disetujui oleh Kepala Basarnas Pusat. Posko ini nantinya akan melayani tiga kabupaten, yaitu Rejang Lebong, Kepahiang, dan Kabupaten Lebong. Untuk lokasi pendirian, pemkab telah menyiapkan gedung yang terletak di Jalan S Sukowati Curup, bekas gedung Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah. Pada Rabu, 18 September, Kepala Kantor Basarnas Bengkulu beserta rombongan melakukan kunjungan untuk meninjau lokasi yang telah disiapkan tersebut. Sebagai langkah awal, Posko Basarnas ini akan menjadi pos kedua yang didirikan di wilayah tersebut, di mana sebelumnya sudah ada Posko Basarnas di Kabupaten Bengkulu Selatan. Pranoto menambahkan bahwa Posko ini akan dilengkapi dengan staf dan peralatan yang memadai, dengan jumlah personel sekitar enam hingga tujuh orang. Meskipun kantor yang disiapkan saat ini bersifat sementara, Pemkab Rejang Lebong telah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengubah status pos tersebut menjadi kantor permanen di masa mendatang. Jika ada kebutuhan untuk perubahan itu, lokasi baru yang mungkin dipilih adalah di depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong. Dengan adanya Posko Basarnas, diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana di ketiga kabupaten. Sebelumnya, penanganan bencana di wilayah ini seringkali terhambat oleh jarak yang cukup jauh dari Kantor Basarnas Bengkulu, yang mengakibatkan keterlambatan dalam memberikan bantuan. Pranoto juga menyebutkan bahwa Posko Basarnas dapat berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah serta mitra-mitra di daerah seperti BPBD, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa yang akan datang. ANTARA