**Borneonews - Jakarta**, TNI Angkatan Laut telah memberikan sinyal positif mengenai kedatangan kapal patroli lepas pantai (*Offshore Patrol Vessel - OPV*) yang diperoleh dari galangan kapal Italia, Fincantieri. Kapal ini diharapkan akan memperkuat Komando Armada II.
Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, dalam konferensi pers di Jakarta, mengungkapkan kabar ini ketika ditanya mengenai lima calon pengawak dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada II yang baru-baru ini ikut berlayar dengan kapal PPA dari Italia, berlayar dari Okinawa, Jepang, menuju Jakarta. Ia menyatakan, "Sinyal yang muncul menunjukkan bahwa Armada II akan menjadi penempatan kapal tersebut."
Meskipun demikian, Laksamana Denih belum memberikan informasi lebih lanjut atau kepastian mengenai lokasi penempatan dua kapal PPA yang dibeli Indonesia, karena proses pengadaan masih berlangsung. "Kami tengah melakukan persiapan, tetapi belum dapat menjelaskan secara detail saat ini. Proses pengadaan masih berjalan," lanjutnya.
TNI Angkatan Laut juga telah mempersiapkan lima perwira dari Satuan Kapal Eskorta untuk pelatihan menjadi pengawak dua kapal PPA tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, menjelaskan bahwa kelima perwira tersebut mengikuti pelayaran kapal PPA Italia, yakni ITS Raimondo Montecuccoli P432, dari Okinawa menuju Jakarta pada pekan lalu.
"Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada lima perwira untuk mempelajari operasional serta mengamati aktivitas yang dilakukan oleh kru dari ITS Raimondo Montecuccoli. Ini merupakan pengalaman berlayar langsung di laut (*on sea experience*) yang penting dan akan menjadi referensi bagi mereka dalam persiapan untuk mengawaki kapal fregat terbesar yang segera bergabung ke dalam armada TNI Angkatan Laut," jelasnya.
Kelima perwira yang terlibat dalam kegiatan tersebut termasuk Letkol Laut (T) Muhammad Syaikhul Azhar, Mayor Laut (P) Angga Radiansyah, Mayor Laut (P) Agung Susyanto, Mayor Laut (E) Wirawan Hanindito, dan Kapten Laut (P) Rian Sisky Putrantio. Kegiatan ini juga disebut sebagai *shiprider*, yang melibatkan perwira angkatan laut dari negara mitra yang ikut berlayar bersama kapal perang, serta *initial familiarization onboard* yang bertujuan mengenalkan operasional kapal.
Menurut Kementerian Pertahanan RI, pada 17 April 2024, pemerintah mengumumkan pembelian dua OPV dari Fincantieri. Unit pertama dijadwalkan tiba di Indonesia pada Oktober 2024, diikuti unit kedua yang direncanakan tiba pada April 2025.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, menyampaikan bahwa kontrak untuk pembelian dua kapal tersebut masih menunggu tahap efektivitas. "Kami sudah memiliki kontrak untuk pembelian, tinggal menunggu efektivitas yang mungkin akan segera terwujud," ungkapnya.
Dalam mengelola proyek ini, satuan tugas telah dibentuk dan dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Gugus Keamanan Laut di Komando Armada III TNI AL dan memiliki pengalaman dalam misi kemanusiaan.
Fincantieri juga menjelaskan dalam situs resminya bahwa OPV yang dipesan oleh Indonesia memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai kapal perang di samping tugas utamanya sebagai kapal patroli, termasuk untuk keperluan evakuasi laut dan perlindungan sipil. Spesifikasi kapal mencakup panjang 143 meter, bobot sekitar 6.000 GT, serta kemampuan untuk melaju hingga 32 knot, tergantung pada konfigurasi kapal.
Kapal pesanan ini juga akan dipersenjatai dengan berbagai armamen modern, termasuk meriam 127 mm Vulcano, 76 mm Strales, meriam ringan 25 mm dengan radar pengendali tembakan (*fire-control radar - FCR*) RTN 10X system Dardo, sistem peperangan elektronika, dan radar multifungsi Kronos dari Leonardo.
Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa kapal ini akan menjadi fregat terpanjang yang dimiliki Indonesia. "Panjang kapal 143 meter membuatnya menjadi fregat terbesar yang kita miliki," tambahnya.
ANTARA
TNI AL Siapkan Pengawak untuk Kapal Patroli dari Italia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Dua Pria Diduga Curi Brondolan Sawit Diamankan Warga
Sore Hari di Nagara HSS Gelap Gulita Imbas Cuaca Buruk
Komentar (0)
Memuat komentar…







