**Borneonews - Muaradua**, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang terletak di Sumatra Selatan, mengambil langkah signifikan untuk mempercepat penurunan angka stunting. Langkah ini dilakukan melalui program promosi dan komunikasi, informasi, serta edukasi (*KIE*) yang ditujukan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten OKU Selatan, Umu Manazilawati, mengungkapkan bahwa promosi dan *KIE* merupakan bagian integral dari kampanye untuk mempercepat penurunan stunting. Kampanye ini melibatkan kerjasama dengan berbagai mitra demi mendukung program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (*HPK*).
Inisiatif ini bertujuan untuk mengumpulkan dukungan dan komitmen dari semua pemangku kepentingan. Selain itu, ada juga upaya untuk menyebarluaskan informasi mengenai Program Bangga Kencana serta langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengurangi angka stunting di kalangan anak-anak.
Umu menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin dengan mitra kerja akan lebih bersifat argumentatif dan persuasif. Tenaga pendukung akan langsung berinteraksi dengan masyarakat yang berisiko mengalami stunting melalui promosi, edukasi, dan dialog interaktif yang berlangsung di lapangan.
Diharapkan, keluarga-keluarga yang mendapatkan informasi terkait Program Bangga Kencana dan penurunan stunting dapat memperluas wawasan dan pemahaman mereka tentang pentingnya program tersebut. Ia juga mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pembinaan keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki anak di bawah usia dua tahun. Pembinaan tersebut dirasa krusial, khususnya dalam hal pengasuhan selama 1.000 HPK yang terfokus pada kelompok Bina Keluarga Balita (*BKB*).
Lebih lanjut, Umu berharap agar melalui aktivitas ini, komitmen pemerintah di pusat dan daerah untuk melaksanakan Program Bangga Kencana serta upaya percepatan penurunan stunting semakin diperkuat.
Berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (*SSGI*), prevalensi stunting pada balita di Kabupaten OKU Selatan menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2021, angka stunting mencapai 24,8 persen, namun mengalami penurunan menjadi 19,4 persen pada tahun 2022.
Penurunan angka stunting ini juga didorong oleh Program Dapur Sehat Atasi Stunting (*Dashat*) yang gencar dijalankan oleh pemerintah daerah setempat. Melalui berbagai upaya tersebut, pihak pemerintah merasa optimis bahwa Kabupaten OKU Selatan akan mencapai target zero stunting pada tahun 2024.
ANTARA
Upaya Pemkab OKU Selatan Reduksi Stunting Melalui KIE dan Program Dashat
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







