BORNEONEWS, Barito Selatan - Karena gizi buruk, nasib Nazwa (4). balita perempuan asal Desa Mangkatir, Kecamatan Dusun Hilir, Barito Selatan (Barsel), memprihatinkan. Bungsu dari tujuh bersaudara anak pasangan Ardiansyah (40) dan Norhayat (35) itu terlihat sekarat di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Rabu (3/8/2016).

Kondisi Nazwa benar-benar mengenaaskan. Tubuhnya, kurus, seperti tinggal kulit pembalut tulang. Wajahnya, pucat. Matanya yang bergerak mengedip-ngedip, menandakan nyawa balita malang itu masih ada.

Norhayat, ibu bocah malang  tersebut saat ditemui di RSUD Jaraga Sasameh Buntok menceritakan, anaknya yang menderita kurang berat badan tersebut pernah mengalami step, atau kejang-kejang. Setelah itu,  keadaannya terus berubah. Tubuhnya menyusut, terus mengecil hingga pada kondisinya seperti sekarang.

“Awal mulanya anak saya terkena gejala step atau kejang-kejang, setelah beberapa waktu berjalan berat badan anak saya justru semakin menurun hanya tulang yang terlihat menonjol,” kata Norhayat kepada Borneonews, Rabu (3/8/2016), di RS Jaraga Sasameh sambil meneteskan air mata.  

Ardiansyah ayah Nazwa membeberkan bahwa anaknya itu merupakan rujukan dari Puskesmas Desa Mangkatir Kecamatan Dusun Hilir menuju  RSUD Jaraga Sasameh Buntok guna mendapatkan perawatan maksimal. “Anak saya berada di RSUD Jaraga Sasameh Buntok jika dihitung hingga hari ini sudah 10 hari,” ucap dia.

Pada mulanya, Nazwa, benar-benar sekarat, namun syukurlah setelah dirawat di RSUD Buntok, sudah bisa bergerak sedikit begitu juga perutnya. Ia berharap kesehatan anaknya terus membaik, dan bisa pulang kembali ke rumah.

Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Lasma Silaban mengungkapkan, Nazwa  sudah dirawat selama 10 hari di rumah sakit tersebut. “Agar kondisi Nazwa bisa membaik, kami terus memberikan dia asupan gizi yang diperlukan dan berimbang dengan kondisi tubuhnya sekarang. Kita berharap Nazwa bisa sembuh dan tumbuh normal kembali seperti anak balita kebanyakan.” (Uriutu Djaper/N).