JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tim Operasi Nusantara Cooling System (NCS) Polri mengingatkan semua kapolres dan kapolsek di bawah Polda Lampung untuk memperkuat kegiatan yang berkaitan dengan *cooling system* menjelang Pilkada Serentak 2024. Provinsi Lampung termasuk dalam kawasan yang dianggap rawan terjadinya konflik saat pemilihan. Wakil Kepala Operasi NCS Polri, Brigadir Jenderal Polisi Yuyun Yudhantara, menjelaskan bahwa Indeks Potensi Kerawanan Pemilu 2024 menunjukkan bahwa Provinsi Lampung memiliki tingkat kerawanan yang signifikan, di samping provinsi lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua. Penilaian ini didasarkan pada Indeks Potensi Kerawanan Pilkada (IPKP) yang menunjukkan bahwa Lampung berada dalam kategori daerah dengan ancaman yang lebih tinggi. Yuyun menambahkan, potensi kerawanan ini dievaluasi dari beberapa indikator yang dikategorikan ke dalam tujuh dimensi, termasuk penyelenggara, pengamanan, peserta pilkada, partisipasi masyarakat, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta gangguan nyata yang mungkin terjadi. Ia berharap pelaksanaan pilkada serentak di Lampung dapat berlangsung aman dan terhindar dari segala bentuk konflik. Dalam konteks kegiatan *cooling system*, Yuyun menyebutkan bahwa fokus utama adalah melakukan upaya preemptif dan preventif dengan pendekatan yang lebih humanis serta persuasif. NCS Polri menilai positif inisiatif Kapolda Lampung dan jajarannya yang telah melaksanakan berbagai program untuk meredakan ketegangan sosial. Hal ini termasuk penguatan peran Bhabinkamtibmas dan anggota Polres lainnya dalam mengantisipasi konflik. Yuyun juga mengingatkan bahwa dengan semakin dekatnya pelaksanaan pilkada, sangat penting bagi jajaran Polda Lampung untuk mengintensifkan kegiatan *cooling system* yang telah ada. Ia menyebutkan bahwa terdapat beberapa insiden yang mengganggu ketenteraman di Lampung, seperti perusakan rumah ibadah dan demonstrasi terkait dugaan praktik politik uang pada Pilkada 2018, serta berbagai konflik sosial lainnya. Oleh karena itu, situasi-situasi semacam ini harus diwaspadai mengingat waktu pemilihan yang semakin dekat. Seluruh satuan kerja, termasuk Bhabinkamtibmas dan unit intelijen, diharapkan untuk meningkatkan peran mereka dalam menjaga kondusivitas kamtibmas selama pelaksanaan pilkada. NCS, yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah berupaya mencegah konflik melalui berbagai kegiatan, seperti bakti sosial dan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, yang semuanya menunjukkan hasil positif. Survei menunjukkan 97 persen masyarakat memberikan respon positif terhadap berbagai inisiatif tersebut, yang juga berkontribusi menciptakan suasana damai selama pemilihan presiden yang lalu. Kapolda Lampung, Irjen Polisi Helmy Santika, menekankan pentingnya semua pejabat utama Polda Lampung dan para kapolres untuk meningkatkan kepekaan dalam melaksanakan tugas mereka. Ia meminta anggotanya untuk tidak hanya memenuhi kewajiban secara formal, tetapi juga untuk menerapkan arahan yang diberikan oleh NCS Polri dengan sebaik-baiknya demi terciptanya pemilu yang damai, tertib, dan aman. Helmy berharap, selama semua tahapan dan puncak pelaksanaan demokrasi di Provinsi Lampung, situasi kamtibmas tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa pesta demokrasi harus berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar, sehingga warga dapat memilih pemimpin mereka—baik bupati, wali kota, maupun gubernur—secara demokratis. ANTARA