MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Petinju perempuan asal Nusa Tenggara Barat, Huswatun Hasanah, berhasil mempertahankan medali emas bagi provinsinya di cabang olahraga tinju pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Pertandingan final itu berlangsung di Aula Universitas HKBP Nommensen, Pematang Siantar, Sumatera Utara pada hari Kamis. Dalam pertarungan tersebut, Huswatun yang bertanding di kelas 60-63 kilogram berhasil mengalahkan Dominika Asnat Bayo, wakil dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum mencapai partai puncak, Huswatun menjalani beberapa pertarungan yang cukup menantang. Di babak awal, ia bertanding melawan wakil tuan rumah dari Sumatera Utara, Merviana Efrida Nengsih. Selanjutnya, di perempat final, ia berhadapan dengan Ildawati dari Jawa Barat. Huswatun kemudian melanjutkan kompetisi di babak semifinal dengan menghadapi Jubaitul yang berasal dari Kalimantan Timur. Jubaitul merupakan petinju yang sebelumnya berlatih bersama NTB dan telah berpartisipasi dalam berbagai ajang PON, termasuk PON Papua 2021. Dalam pertarungan tersebut, Huswatun menunjukkan performa yang sangat kuat dan berhasil memastikan tempatnya di final. Manajer Tim Tinju NTB, Jamuhur, menyatakan rasa syukurnya dengan mengatakan, "Alhamdulillah, apa yang ditargetkan untuk Huswatun bisa tercapai. Dari awal dia sudah tampil sangat bagus hingga akhir." Tidak hanya mengamankan medali emas, cabang tinju dari Nusa Tenggara Barat juga berhasil meraih satu medali perak dan satu perunggu. Medali perak diraih oleh petinju Endang di kelas 45-48 kilogram, sementara medali perunggu disumbangkan oleh Saputra Samada yang berlaga di kelas 67-71 kilogram. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Mori Hanafi, memberikan apresiasi atas kerja keras para petinju NTB. Dari empat petinju yang diturunkan, tiga di antaranya berhasil pulang dengan medali. "Satu medali emas dari tinju sangat ditunggu. Ini karena tinju adalah cabang unggulan NTB yang memang ditargetkan meraih medali emas. Alhamdulillah, target medali emas tersebut dapat terwujud," ujarnya. ANTARA