JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Kinerja penerimaan pajak di wilayah yang terdiri dari Papua, Papua Barat, dan Maluku, yang dikelola oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Papabrama, menunjukkan hasil yang signifikan hingga bulan Agustus 2024. Total penerimaan pajak mencapai Rp7,93 miliar, yang merupakan 50,51 persen dari target keseluruhan yang ditetapkan sebesar Rp15,69 miliar. Kepala Kanwil DJP Papabrama, Dudi Efendi Karnawidjaya, menyampaikan bahwa penerimaan pajak pada tahun ini mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu sebesar 11,98 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Menurut Dudi, sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak adalah *PPh Non-Migas*, yang tercatat mencapai Rp4,52 miliar. Kontribusi dari sektor ini mencapai 43,86 persen dari target dan mengalami pertumbuhan sebesar 11,09 persen. Dudi juga menjelaskan bahwa realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencapai Rp2,35 miliar, yang setara dengan 58,60 persen dari target yang telah ditetapkan, dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen. Sektor-sektor utama seperti administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial, mencatat kontribusi tertinggi dengan realisasi pajak sebesar Rp2,44 miliar. Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11,89 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Di sektor pertambangan dan penggalian, penerimaan mencapai Rp2,06 miliar, mencatat pertumbuhan yang sangat positif sebesar 17,68 persen. Selain itu, pertumbuhan yang signifikan juga terlihat pada sektor perdagangan besar dan eceran, yang mengalami peningkatan sampai 19,87 persen. Aktivitas keuangan dan asuransi juga menunjukkan kemajuan, dengan pertumbuhan sebesar 29,27 persen. Dudi menyatakan bahwa meskipun penerimaan pajak hingga Agustus menunjukkan hasil yang positif, upaya untuk terus meningkatkan kinerja diperlukan agar target penerimaan dapat tercapai dalam beberapa bulan ke depan. Pihaknya juga berkomitmen untuk meningkatkan layanan kepada Wajib Pajak sebagai mitra DJP, agar segala proses dapat berjalan dengan lancar dan efisien. ANTARA